Matahari hampir tenggelam, kumandang adzan magrib sesaat lagi khan terjelang……………
Si mbah nampak celingukan mencari sang cucu kesayangan, dikamar mandi, dibawah dipan, didalam lemari, dibalik kulkas, dikandang kambing, weleh ga ada.
Si mbah nyaris panik, kebayang sang cucu jadi korban penculikan.
Tiba tiba mata si mbah sekilas melihat ada sesosok bayangan lagi ndeprox dibawah pohon jambu.
“Weeh, lagi ngapain [...]
Arsip untuk Januari, 2009
1 T
Diposkan dalam Negeriku......., Label magrib, pilgub, trilyun pada Januari 31, 2009 | 2 Komentar »
Dialog sore : pemilu…….
Diposkan dalam Negeriku....... pada Januari 29, 2009 | Leave a Comment »
Diatas dipan tua yang telah kriyat kriyet bunyinya, si mbah tengah melinting tembakau kesukaannya, seolah tak peduli fatwa haram dari MUI.
Sepulang dari ngaji, sang cucu terlihat setengah manja menghampiri si mbah.
Sambil menyimak koran yang telah lusuh, sang cucu bertanya pada si mbah : “mbah, ngapain seh kita ngadain pemilu ?”
Sambil mengepulkan asap rokok si mbah [...]
Partai……..
Diposkan dalam Negeriku......., Label partai, politik pada Januari 28, 2009 | Leave a Comment »
Ada si Mbah yang sedang mengajak cucunya bersepeda ria, berkeliling kota. Tiba tiba sang cucu sambil menunjuk pada poster caleg yang terpasang dipojok jalan, bertanya : “eh, mbah, partai itu apa seh ?”
Tanpa melihat poster yang dimaksud dan terus menatap jalanan, si mbah menjawab : “weleh le, partai itu artinya borongan. Itu lihat dipasar kadang [...]
Perubahan paradigma
Diposkan dalam Pelita hati, Label paradigma, update, wawasan pada Januari 21, 2009 | 2 Komentar »
Dalam salah satu acara yang pernah aku ikuti, sang pembawa acara memintaku juga peserta yang lain untuk melukis gambar sebuah pemandangan dalam tempo yang terbatas. Seingatku sih 3 menit………
Pas sudah kelar, kami diminta untuk saling memperlihatkan gambar masing masing. Weeh, sungguh ajaib, gambar kami [ sekitar 24 orang ], ternyata serupa semua, gambar sebuah gunung [...]
Kegagalan itu…………..
Diposkan dalam Pelita hati, Label anak, kegagalan pada Januari 20, 2009 | 4 Komentar »
Suatu hari istri tercinta telah berputus asa dalam menasehati, dalam mengelola putri sulung kami. Ungkapan kata kata menyerah, nggak tahan lagi yang dibalut dalam kemarahan yang memuncak nampak keluar dari bibir mungilnya.
Yah, putri sulung kami kadang dan memang seringkali keterlaluan dalam perilakunya………supermalas, bandel n suka menjaili sang adik.
Aku menghela nafas panjang, menatap lembut matanya dan [...]
Menantang maut
Diposkan dalam Pelita hati pada Januari 19, 2009 | Leave a Comment »
Diperempatan Galaksi, Minggu 18 Januari sekitar setengah 11 malam.
Lampu traffic light telah menyala hijau, membuka gerbang arus lalin dari arah Arief Rahman Hakim, tapi seorang ceweq berkulit putih bersih nampak ogah bergerak.
Ia baru memacu motor maticnya setelah sedikit kaget mendengar bunyi klakson kendaraan dibelakangnya.
Aku turut penasaran dan gemas dibuatnya. Olala, ternyata dia tengah pencet [...]
Sebuah harga
Diposkan dalam Pelita hati pada Januari 17, 2009 | Leave a Comment »
Menurut teori dagang, kalau kita mendapatkan barang yang yang nilai ekonomisnya melebihi sejumlah uang yang telah kita keluarkan itu disebut beruntung dan kalau sebaliknya disebut merugi.
Kalau barang yang didapat setara dengan nilai uangnya berarti impas, enggak untung juga enggak rugi. Orang Surabaya bilang Puk sang.
Kelihaian kita dalam proses penawaran, dalam proses negoisasi hargalah yang membuat [...]