Beruntunglah negeriku……….
Tuhan tlah kirimkan ponaricilin.
Penawar rasa sakit bagi ribuan anak bangsa.
Yang tengah putus harapan.
Yang mungkin juga tengah putus nalar dan dalam kesesatan.
Yang berharap sehat dalam sekejab secara instan.
Berbahagialah media…………
Berita tlah datang tanpa diundang.
Gemanya membahana hingga ketepian nusantara.
Dibahas, diulas seolah tak ada habisnya.
Koran terjual, sang dukun cilikpun kian terkenal.
Bersyukurlah Ponari………….
Dulu engkau bukanlah apa apa.
Rumahmu hanyalah sbuah gubug derita. Beralaskan bumi berdinding bambu tua.
Kini engkau bak artis ternama.
Ribuan anak bangsa
rela berjemur, bermalam di hamparan bintang gumintang.
Hanya tuk nantikan lambaian tanganmu,
Hanya tuk menunggu air saktimu.
Bukan salah bunda mengandung, bila tanah pondasi dan air comberanmupun kini jadi asa bergantung.
Negeriku memang negeri pemimpi………..
Selalu berkhayal sukses, berangan makmur dan meraih sorga dalam sehari.
Tak peduli rasionalitas harus dikebiri,
Tak peduli meski akal sehat harus berujung janji.
Ponari maneh ponari maneh. Mblenger aku Pak. Iku tonggoku pak.
hehehehe…………………….
Weeh, isih tanggane tah ?
Kebeneran cak nko nek berobat mrono isok entuk diskon gede.
Yo ngomong ae nek isih mambu dulur karo sampeyan