Makhluq dari jenis buah-buahan ini punya kandungan vitamin A dan kebanyakan berwarna kuning. Menilik dari bentuknya, ia tergolong makhluq yang lanjut usia.
Lihat saja badannya yang agak bengkok. Suatu gejala yang biasanya dialami para manula karena tulang belakangnya sudah keropos alias mengalami osteoporosis.
Saya yakin anda sudah tahu makhluq yang saya maksud.
Yah, pisang.
Satu-satunya buah yang namanya di adopsi oleh dunia sepakbola.
Anda kenal Rivelino ? Kalaupun tidak, mungkin anda masih mengenal Del Piero, Beckham ataupun Roberto Carlos. Nama-nama yang telah saya sebutkan itu punya keahlian yang khas yakni tendangan pisang, suatu teknik tendangan yang mengakibatkan bola mengalami spin dengan cukup kuat sehingga arah lintasanya berbentuk parabola.
Teknik ini diambil karena akses ke gawang lawan telah diblokade oleh sederet pemain yang populer dengan sebutan pagar betis.
Dalam beberapa kasus, gol yang terjadi nampak begitu indah. Bola melayang melewati pagar betis dan sejenak nampak seolah tak akan mengenai sasaran. Tapi tiba tiba bola berbelok arah, menuju sudut gawang sementara sang keeper hanya bisa terkesima, terdiam dan hanya bisa memandang bola menerobos wilayah kekuasaannya.
Dunia politik ternyata juga menggunakan teknik tendangan pisang ini.
Beberapa waktu yang lalu seorang kandidat presiden meski telah dihadang oleh partai mitra koalisinya dengan sejumlah nama cawapres, terlihat sedang memlintir bola politik.
Bola yang ditendang, sejenak terkesan sukses melintasi barisan pagar betis meski mungkin tanpa sengaja tindakan itu sekaligus juga menendang “hati” dan segenap kebersamaan dan membuat bendera putih-biru-hijau mengancam akan menendang diri sendiri, keluar dari barisan koalisi.
Kita tak tahu apakah bola yang sempat hinggap di gedung BI nantinya akan sukses membuat gol. Ada angin politik yang dapat mempengaruhi arah dan laju bola.
Mungkin kita bisa bertanya pada seorang Lionel Messi, eh KPU saat penghitungan suara selepas pilpres nanti.
Dalam duniaku pisang juga bisa di sebut sasaran nyasar yang memang yang menjadi bidikan atau juga bisa deception/peyesatan .jadi sebetulnya yang dijadikan fokus adalah yang bukan di fokuskan.
terima kasih mau berkunjung
***
Hehehe, thanks juga mau mampir kemari.