Arsip untuk Agustus, 2008

Kopi darat. . . . .

Posted: Agustus 28, 2008 in xpresi
Tag:,

Kopi darat, ah makhluk apa itu ?Secara harfiah memang istilah tersebut agak susah ditelanjangi. Kalau dipaksa akan memungkinkan ketemu dengan kopi kopi yang lain, semisal kopi laut, kopi udara, kopi robusta atau malah nyasar ke ranah musik, kopi dangdutnya bung Fahmi.
Setahu saya istilah ini dipopulerkan oleh komunitas breaker yang kemungkinan besar 11 meter band untuk suatu kegiatan tatap muka secara langsung, face to face diluar habitat mereka di radio komunikasi CB.
Entah kenapa mereka memakai istilah itu. Mungkin istilah kopi (copy) diterjemahkan sebagai menduplikasi pertemuan dan darat adalah tempatnya. Yang jelas istilah itu cukup populer, sepopuler dunia mereka ditahun 70-90an sebelum berkembangnya dunia internet dengan segala fiturnya, chatting n blogging.
Istilah kopi darat sekarang juga dipinjam oleh komunitas lain untuk menggambarkan kegiatan yang sama.
Oh, tentang kopi darat ini saya pernah mengalaminya dan sensasinya cukup luar biasa. Setelah hampir 10 tahun menjalin persahabatan lewat pena, disuatu waktu ada undangan pernikahan dan itu dari sahabat penaku. Dalam perjalanan roaming karena lintas propinsi, hati ini penuh tanya, weleh bagaimana ya wajahnya ? Getar psikologis seperti itu pantas terekspose karena sekian tahun hanya hidup dalam fantasi.
Bila anda belum pernah kopi darat dan ingin merasakannya, sebaiknya santai saja. Jangan berharap yang muluk muluk, tetap istiqomah dengan niat sebelumnya yakni persahabatan. Kopi darat hanyalah ekspansi wilayah dan ruang dari suatu kontak sosial. Mau coba, 86 dicopy. . . . . .ganti !

Setengah merdeka. . . . . .

Posted: Agustus 21, 2008 in Negeriku.......

Merah putih berkibar dimana mana, suasana gegap gempita dgn aneka lomba, pusara para pejuang ramai dikunjungi. . . . . .dan sesekali ada bibir mungil yg meneriakkan kata MERDEKA !.
Merdeka ?kata tanya itu kadang menyelinap dalam hati. Merdeka dari siapa ?Penjajah telah berganti wajah. Dulu mungkin berambut pirang,kulit putih kemerahan. . . . sekarang rambutnya hitam dgn kulit kecokla tan. Tanpa malu mereka menjarah negeri ini, perorangan maupun berjamaah, berkedok dibalik jubah kehormatan. . . . . .anggota dewan,ataupun instansi pemerintahan.
Langit tempat ibu pertiwi berdiam mungkin sedang kelam, dan kadang pucat tanpa warna. Tangisan taklagi cukup, sepuluh tahun reformasi seolah taklagi berbunyi, hembusan doa akan datangnya sang raja yg maha bijaksana, yg menggenggam sebilah pedang ditangan kanan dan neraca keadilan tergantung ditangan
kiri terus menggelora. . . . . . entah sampai kapan .
Mungkin lebih baik aku disini, menjelajah kata mencari makna merdeka. . . . . . .merdeka itu berarti bebas berlomba panjat pinang, balap karung, gigit kelereng dan kibaran bendera. Perang belum lagi usai. . .

Asal. . . . .

Posted: Agustus 21, 2008 in Negeriku.......
Tag:,

Entah mengapa orang Jawa agak nge fans dgn frasa kata BHO khususnya yg menyangkut bagian dari tubuh. . . . . .
Rambut yg mulai menipis, BHO tak.
Gigi yg maju dikit, BHO neng.
Gigi yg ga lengkap, BHO gang.
Pipi yg berlubang, BHO peng.
Kotoran tubuh, BHO lot.
Bagian dari tubuh yang seksi, BHO kong.
Bisul yg agak besar, BHO nong.
Luka yg sudah membusuk, BHO rok.
Pusar yg menggumpal, BHO dong.
Sudah rusak, BHO grek.
Buah yg busuk sebagian, BHO leng.
Ga masuk kerja, BHO los.
Berlubang, BHO long.
Sudah jenuh, BHO sen.
Lauk dgn parutan kelapa yg dibungkus daun pisang, BHO thok.
Beli dlm jumlah banyak, BHO rong.
Cacat sebagian, BHO cel.
Holigans khas Surabaya, BHO nex. . .