Arsip untuk September, 2008

Bunda

Posted: September 24, 2008 in xpresi
Tag:,

Selamat malam ibu, smoga engkau nyenyak dalam tidur panjangmu.
Ada doa yang senantiasa kupanjatkan. . . .
Ada rindu yang slalu kulukiskan.
Untukmu, dari waktu ke waktu.

Selamat malam ibu. . . . .
Smoga damai selimuti jiwamu.
Meski keheningan tak pernah padam.
Meski kesunyian enggan terbenam.

Selamat malam ibu. . . . .
Smoga kutak pernah lupa.
Kasih tulus yang engkau beri.
Cinta sejati yang pernah engkau patri.

Bila kupunya sayap. . . .
Kuingin terbang tinggalkan jasad.
Melintasi waktu, menggapai pelukanmu.
Hanya tuk katakan,
engkau slalu dihatiku.

Fulan dan rumah hadiah

Posted: September 23, 2008 in Pelita hati
Tag:, ,

Ada seseorang, sebut saja Fulan, mendapat hadiah rumah yang super mewah lengkap beserta isinya.
Hanya sayangnya letak rumah hadiah itu sangat jauh. Namun si pemberi hadiah itu sangat baik hati. Si Fulan diberi uang saku untuk bekal meski hanya cukup untuk separo perjalanan dan sisanya oleh si pemberi hadiah si Fulan diharapkan mencarinya sendiri di sebuah kampung kumuh yang berada di tengah perjalanan.
Tapi sungguh malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. . . . . . setelah berusaha beberapa waktu mencari bekal tambahan untuk perjalanan selanjutnya, ternyata si Fulan lupa akan hadiah rumah mewahnya dan malah kerasan tinggal dikampung kumuh tersebut. . . . . . . . . . .

Yah, itulah tamsil kehidupan kita. Sebenarnya kita adalah penduduk kampung akhirat dan rumah mewah yang lengkap beserta isinya, yang dihiasi segenap bidadari cantik telah menunggu kita .
Di kampung kumuh yang bernama dunia ini, kita hanyalah tinggal untuk sementara dan tugas kita adalah bekerja keras mencari bekal untuk perjalanan selanjutnya.
Adalah suatu kebodohan bila kita berperilaku seperti Fulan, menukar surga dengan kehidupan dunia yang fana dan tidak menjanjikan.

Seruan untuk menghidupkan malam telah dikumandangkan. Perintah untuk memelihara kesabaran dan memperpanjang uluran tangan tlah ditorehkan. . . . . . . .
Akankah itu semua akan kita lewatkan bila rumah hadiah yang keindahannya tak bisa dilukiskan dengan kata kata dijanjikan sebagai imbalannya ?

Hantu, yah di film film dilukiskan dengan aneka bentuk. Di Cina orang mengenal vampir, di negeri barat ada drakula ‘n frankenstein dan dinegeri sendiri jenis hantunya malah ada segudang, ada pocong, sundel bolong, gondoruwo, kuntilanak, suster ngesot, wewe gombel. . . . . . . . . . .mungkin masih banyak dedemit lainnya yang belum diabsen.

Responbility terhadap dunia perhantuan ini bermacam macam, ada yang pemberani bahkan punya profesi sebagai pengusir hantu seperti yang pernah marak di TV. Ada juga yang sebaliknya, penakut. . . . saking takutnya bahkan tidur sendirian dikamarpun ga berani apalagi diselingi nonton film horor.
Andai skala responbility pada hantu mirip dengan skala gempa, m ungkin aku berada diskala 5, pemberani tidak en takutpun ga’. . . . . .yah, sedang sedang saja.
Tentang hantu ini aku pernah mengalaminya meski ga head to head dan anehnya semua terjadi didalam masjid.
Yang pertama, saat aku masih kecil saat masih suka tiduran dimasjid. Pas antara tidur dan tidak, nggelele, sepertinya ada sekian orang berputar sambil bawa lentera. Padahal pas aku benar benar sadar, ternyata lagi sepi.
Yang kedua, saat aku sholat sendirian di masjid. Sebenarnya sih belum terlalu malam tapi suasana nampak hening. Beberapa saat usai takbirattul ikhram, kayaknya sih ada bayangan dibelakang. Nah, ini yang bikin aku ga tenang, grogi nih. . . . maklum bulu kuduk sudah mulai njeprak. Alhasil sholatku jadi lebih kilat dibanding biasanya en setengah berlari pas keluar dari masjid.
Sempat juga nengok kebelakang , hmmm. . . sepertinya ga ada siapa siapa.
Yang ketiga, weleh ga minta lah. Aku pikir cukup 2 kali saja. Aku berdoa (hehehe, jahat ya ) smoga orang lain saja yang mengalaminya.. . . Amin.

SKS kehidupan

Posted: September 11, 2008 in xpresi
Tag:, , , ,

SKS adalah salahsatu sistim dalam pendidikan yang mengandung flexibilitas, yang prakteknya mirip dengan agenda belanja di swalayan. Berapa banyak barang dikeranjang sejumlah itulah rupiah yang harus dibayarkan.

Dalam kehidupan, pola SKS juga ditawarkan. Tuhan mungkin ga peduli berapa SKS yang akan kita ambil dalam hidup ini. . . . . . . . .berapa jabatan yang hendak kita sandang dipundak, berapa kekayaan yang akan kita genggam, berapa luas kekuasaan yang akan kita ambil alih. . . . . . . . . yang jelas kita harus siap membayarnya atas sejumlah fasilitas Tuhan yang kita pergunakan.

Agak aneh jadinya bila ada segerombol orang yang sangat berambisi
memenuhi keranjang umurnya dengan setumpuk jabatan, kekayaan en kekuasaan. . . . . . . .

apalagi diraih dengan sikut kanan sikut kiri, dengan jalan pintas yang penuh cela . . . . . .seolah lupa bahwa diujung lorong ada meja kasir dengan sederet angka tagihan yang siap melilit leher.

Bila kita miskin maka berbahagialah dengan kemiskinan itu, bila kita tak mampu sekolah hendaknya masih bisa bersyukur dengan keadaan ini atau bila kita hanya orang biasa seharusnya kita mengucap alhamdulillah. . . . . . . .karena jumlah pinjaman kita tak sebanyak mereka yang berkoar-koar digedung dewan, tak segede perut gendut berdasi yang belasan mobilnya memacetkan jalan, dan tentu saja pinjaman kita tak sebesar orang yang dengan telunjuknya bisa mengubah negara, bisa mengubah kehidupan orang lain.

Mari jalani hidup ini dengan kerendahan hati, dengan pandangan mata yang lurus kebawah. . . . . . .karena di swalayan ini banyak barang yang menggoda selera, yang mungkin kita sendiri kadang tak paham apa gunanya. . . . . . . . . . . .

TOSERBA KEHIDUPAN menjual aneka kekayaan, aneka kekuasaan dan bermacam-macam jabatan.. . . . . . . Diskon 50%, beli 3 dapat 2, bisa diangsur dgn bunga rendah. . . . . . . . . . . . . . hmmm, anda masih tertarik ?

Surabaya menjelang 10 malam. . . . . . .. Disalah satu sudut kota nampak jalan sudah mulai lenggang dan hanya satu dua kendaraan yang melintas. Diantara hembusan angin yang semilir, disalah satu stasiun radio, aku mendengar pembicaraan tentang sebuah komunitas yang sangat populer, bonex. Seketika diriku seolah terlempar kemasa lalu, masa dimana aku pernah menjadi bagian dari bonex dan begitu menikmatinya. . . . . . . . . . . . . . . . .
Yah, bonex, siapa sih yang nggak kenal ? Segerombol anak muda usia, atau aku pikir lebih mirip pasukan bajak laut gila bola yang kehadirannya mampu melenyapkan sekian ratus bungkus nasi di stasiun kereta yang disinggahi dan membuat penjualnya kecewa penuh derita ?
Siapa tak paham bonex yang kehadirannya bisa membuat pengguna jalan lain meminggirkan diri dengan terpaksa ?. . . . . . . . ..
Serasa masih segar dalam ingatan ketika datang “undangan” dari Senayan, tim tercinta, Persebaya akan “menikah” dengan Persib di babak final.
Aku sadar kalau saat itu kantong lagi tipis, tapi undangan itu seakan fardhu ain bagiku. Magnetnya terlalu kuat untuk dilawan.
Usai berebut ticket sehari sebelumnya, jam sembilan pagi ngumpul ditaman surya guna diberangkatkan secara massal. . . .peeeh, mirip rombongan haji dikawal pak polisi segala.
Tapi sial, untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. . . .2 biji bis datang terlambat dan itu bisku. Kami semua mengalami kecemasan berjamaah. . . . .dalam penantian.
Satu jam berlalu, 2 jam, 4 jam terlewatkan dan akhirnya baru selepas ashar kami berangkat. . . . . .weleh, luegaaa.
Sayang, di Senayan Persebaya jadi pengantin yang buruk, tak kuasa melawan keganasan Ajat en the genk.
Sepanjang perjalanan pulang, aku, kami sangat letih, karena 2 hari sudah ga mandi. . . . . .
Kini aku mungkin sudah terlalu tua untuk disebut gila bola, sudah kelewat lupa tentang Persebaya meski hati kecilku berkata kutak ingin ada sepotong nisan dengan tulisan yang mulai buram. . . . . . . . . disini telah beristirahat dengan tenang jiwa seorang bonex.

Yah, dunia telah berubah. Duniaku tret tret dan arena konvoi telah tiada. Tapi aku yakin akan pepatah, patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu.. . . . . . . .akan selalu ada regenerasi dalam perbonexkan, dan dari hati yang paling dalam, ada asa penuh harap stigma buruk tentang bonex yang akan terkubur dalam ingatan ku juga setiap orang.