Bonexku sayang, bonexku malang. . . . . .

Posted: September 10, 2008 in Negeriku.......
Tag:, , ,

Surabaya menjelang 10 malam. . . . . . .. Disalah satu sudut kota nampak jalan sudah mulai lenggang dan hanya satu dua kendaraan yang melintas. Diantara hembusan angin yang semilir, disalah satu stasiun radio, aku mendengar pembicaraan tentang sebuah komunitas yang sangat populer, bonex. Seketika diriku seolah terlempar kemasa lalu, masa dimana aku pernah menjadi bagian dari bonex dan begitu menikmatinya. . . . . . . . . . . . . . . . .
Yah, bonex, siapa sih yang nggak kenal ? Segerombol anak muda usia, atau aku pikir lebih mirip pasukan bajak laut gila bola yang kehadirannya mampu melenyapkan sekian ratus bungkus nasi di stasiun kereta yang disinggahi dan membuat penjualnya kecewa penuh derita ?
Siapa tak paham bonex yang kehadirannya bisa membuat pengguna jalan lain meminggirkan diri dengan terpaksa ?. . . . . . . . ..
Serasa masih segar dalam ingatan ketika datang “undangan” dari Senayan, tim tercinta, Persebaya akan “menikah” dengan Persib di babak final.
Aku sadar kalau saat itu kantong lagi tipis, tapi undangan itu seakan fardhu ain bagiku. Magnetnya terlalu kuat untuk dilawan.
Usai berebut ticket sehari sebelumnya, jam sembilan pagi ngumpul ditaman surya guna diberangkatkan secara massal. . . .peeeh, mirip rombongan haji dikawal pak polisi segala.
Tapi sial, untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. . . .2 biji bis datang terlambat dan itu bisku. Kami semua mengalami kecemasan berjamaah. . . . .dalam penantian.
Satu jam berlalu, 2 jam, 4 jam terlewatkan dan akhirnya baru selepas ashar kami berangkat. . . . . .weleh, luegaaa.
Sayang, di Senayan Persebaya jadi pengantin yang buruk, tak kuasa melawan keganasan Ajat en the genk.
Sepanjang perjalanan pulang, aku, kami sangat letih, karena 2 hari sudah ga mandi. . . . . .
Kini aku mungkin sudah terlalu tua untuk disebut gila bola, sudah kelewat lupa tentang Persebaya meski hati kecilku berkata kutak ingin ada sepotong nisan dengan tulisan yang mulai buram. . . . . . . . . disini telah beristirahat dengan tenang jiwa seorang bonex.

Yah, dunia telah berubah. Duniaku tret tret dan arena konvoi telah tiada. Tapi aku yakin akan pepatah, patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu.. . . . . . . .akan selalu ada regenerasi dalam perbonexkan, dan dari hati yang paling dalam, ada asa penuh harap stigma buruk tentang bonex yang akan terkubur dalam ingatan ku juga setiap orang.

Iklan
Komentar
  1. hidayat berkata:

    Hidup bonek….mantan bonex yang sedang mencari ketenangan…

  2. ma2nn_smile berkata:

    bonek….kadang meresahkan….
    tapi diperlukan……..
    masih baru nieh blognya…..
    sering2 blogwalking ye….

  3. nicoustic berkata:

    bonek… mantab!!
    bonek itu kalau ndak digarai pasti damai…. ya gak?

  4. arekkkkkkk MALANG berkata:

    Ga Usah Ngelek2 AREMA.

    Wong BOBROX ae BANGGA..

  5. boneng berkata:

    bonek jancok

  6. nicow berkata:

    bener bonex ik bondo nekat………….
    tpi kk pncet ae jaaaaannnncccoooookkkkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s