Fulan dan rumah hadiah

Posted: September 23, 2008 in Pelita hati
Tag:, ,

Ada seseorang, sebut saja Fulan, mendapat hadiah rumah yang super mewah lengkap beserta isinya.
Hanya sayangnya letak rumah hadiah itu sangat jauh. Namun si pemberi hadiah itu sangat baik hati. Si Fulan diberi uang saku untuk bekal meski hanya cukup untuk separo perjalanan dan sisanya oleh si pemberi hadiah si Fulan diharapkan mencarinya sendiri di sebuah kampung kumuh yang berada di tengah perjalanan.
Tapi sungguh malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. . . . . . setelah berusaha beberapa waktu mencari bekal tambahan untuk perjalanan selanjutnya, ternyata si Fulan lupa akan hadiah rumah mewahnya dan malah kerasan tinggal dikampung kumuh tersebut. . . . . . . . . . .

Yah, itulah tamsil kehidupan kita. Sebenarnya kita adalah penduduk kampung akhirat dan rumah mewah yang lengkap beserta isinya, yang dihiasi segenap bidadari cantik telah menunggu kita .
Di kampung kumuh yang bernama dunia ini, kita hanyalah tinggal untuk sementara dan tugas kita adalah bekerja keras mencari bekal untuk perjalanan selanjutnya.
Adalah suatu kebodohan bila kita berperilaku seperti Fulan, menukar surga dengan kehidupan dunia yang fana dan tidak menjanjikan.

Seruan untuk menghidupkan malam telah dikumandangkan. Perintah untuk memelihara kesabaran dan memperpanjang uluran tangan tlah ditorehkan. . . . . . . .
Akankah itu semua akan kita lewatkan bila rumah hadiah yang keindahannya tak bisa dilukiskan dengan kata kata dijanjikan sebagai imbalannya ?

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s