Republik Cinta, where are you ?

Posted: Oktober 28, 2008 in Pelita hati
Tag:, ,

Didunia musik tanah air ada salah satu manajemen artis yang bernama Republik Cinta. Entahlah apa memang filosofi cinta benar benar dijalankan disitu atau cuma sekedar nama.
Yang jelas hakekat cinta kian langka di republik ini sehingga yang terjadi adalah kanibalisme sosial.

Pemandangan saudara makan saudara, teman menipu teman, sesama kawan saling tikam adalah hal yang sudah biasa.
Bila ada cinta takkan mungkin ada ayam tiren yang beredar dipasar, takkan mungkin ada daging gelonggong, tak mungkin ada daging babi dibilang sapi yang diperjualbelikan.
Bila ada cinta, mungkinkah ada borax, ada formalin dalam makanan yang hendak kita telan ?
Bila ada cinta, tegakah seorang politisi menebar janji tanpa bukti ? mungkinkah
seorang pejabat negara mengambil sesuatu yg bukan haknya alias korupsi ?

Dan diibalik dimensi kehidupan yang lain…………….
Atas nama cinta, seorang Jack dalam kisah titanic rela melepas jiwanya untuk orang lain, Rose.
Dan nun jauh disana, alkisah seekor anjing demi cintanya pada seorang manusia, demi kesetiaannya pada sang tuan, harus melepas nyawa dalam dinginnya musim salju.
Semua berbicara tentang arti memberi tanpa pernah berharap akan kembali.. . . .

Yah, cinta, sebuah elemen Illahiyah yang mungkin sengaja dicangkokkan dalam diri kita agar kita bisa saling berbagi kasih, bisa cinta akan alam semesta . . . . . . . . .kadang terpaksa mati muda.
Dia ada didiri kita tapi sudah membeku bahkan mungkin sudah membatu karena kita hanya sering berteriak untuk meminta daripada mengulurkan tangan untuk membantu.

Cinta yang tertanam dalam nurani, yang memungkinkan kita melihat dengan matahati, yang memungkinkan kita melepas simpati dan memberi empati. . . . . kadang tak terawat dan harus mati suri.
Dia ada dihati tapi taklagi peka karena kita tak terbiasa menggunakannya dalam setiap hembusan nafas kita.

Cinta bukanlah hal yang rumit dan tak sulit buat mengekspresikannya.
Kita cuma perlu mengingat bahwa hidup ini hanyalah sementara. dan kita perlu menjual cinta pada sesama untuk mendapatkan cinta dari dzat yang kita akan kembali kepadaNya.

Bila cinta hanya didefinisikan sebagai meraba paha tetangga , mencium bibir lawan jenis kita atau tanggalnya busana milik berdua. . . . . . . . .itu berarti lampu kuning telah menyala dan negeri republik cinta yang sesungguhnya hanya sebuah ilusi belaka.

Iklan
Komentar
  1. deja-vu berkata:

    Seperti kata Black Eyed Peas… Where is The Love.. 🙂

  2. cunxcunx berkata:

    lam kenal!
    makasiy ya ucapan ultahnya @ TPC,,
    mohon bimbingannya,,

    ^^

  3. aRai berkata:

    di ambil dari sloganya cu pat kai
    “begitulah cinta deritanya tiada akhir”

  4. dindacute berkata:

    halah den maz aRai ikuh kog ndisik’i wae :mrgreen:

    cinta itu apa, bagaimana, seperti apa, dan untuk siapa itu hanya diri masing masing yang tahu!!!

  5. aRai berkata:

    @Dindacute: mang km tau jeng … hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s