Perubahan paradigma

Posted: Januari 21, 2009 in Pelita hati
Tag:, ,

Dalam salah satu acara yang pernah aku ikuti, sang pembawa acara memintaku juga peserta yang lain untuk melukis gambar sebuah pemandangan dalam tempo yang terbatas. Seingatku sih 3 menit………
Pas sudah kelar, kami diminta untuk saling memperlihatkan gambar masing masing. Weeh, sungguh ajaib, gambar kami [ sekitar 24 orang ], ternyata serupa semua, gambar sebuah gunung dengan hamparan sawah dan hiasan burung dilerengnya. Yah, ga jauh beda dengan gambar saat kami di SD.
Sejenak kami tertegun dan selanjutnya ngakak bersama, mentertawakan diri sendiri.

Kami seolah sadar dan merasa malu, betapa ada sebagian wawasan didalam diri ini yang telah sekian tahun nggak pernah di up date. Sehingga saat harus mengatasi suatu permasalahan, masih menggunakan memori ataupun paradigma lama.
Secara substansial sebenarnya tak jarang pengalaman hidup kita ngga pernah bertambah kualitas dan ragamnya . Yang ada dan yang terjadi seiring berjalannya waktu adalah pengalaman hidup yang kering, yang pendek yang terus berulang, berulang dan berulang. Hmm, mungkin mirip potongan bahasa program yang mengalami looping.

Kata orang, buka mata, buka hati, buka wawasan, cerahkan diri.
Kata pengajian di mushola, kita harusnya menuntut ilmu dari ayunan ibu hingga ke liang lahat.
Jelasnya ngga ada kata terlambat, ngga ada kata game over dalam urusan ilmu.
Dunia selalu berubah, dan cuma satu yang ngga berubah yaitu perubahan itu sendiri.
Bila kita ngga berubah, bila ngga meng update wawasan dan informasi, nasib kita akan seperti katak dalam tempurung.
Atau barangkali kita ingin menjadi tokoh Ashabul Kahfi versi moderen ?

Iklan
Komentar
  1. Mrs. Intan berkata:

    Hahahahahaha,…
    Bener Pak,….
    Saya juga masih ingat dulu zaman SD dan SMP cuma bisa gambar dua buah gunung, truz di bawahnya hamparan sawah, samping kiri pohon Jati yang besar. Ato kalo gak ya gambar rumah standar, depannya full of flowers, gitu.

    yah, begitulah……..kadang ada yang terlupa dalam diri kita untuk di refresh sehingga kadang pula kita sampai mengalami culture shock.

  2. arqu3fiq berkata:

    Itu sudah terpatri di dalam otak masing-masing, sehingga apa yang kita ingat di waktu kecil masih tetap tersimpan dalam memory otak.

    pertama tama terus terang saya merasa malu.
    Beberapa kali sampeyan komen diblog ini tapi saya sampe saat ini belum kesampaian komen diblog sampeyan.
    Sebenarnya sudah beberapa kali saya mencoba ngasih komen tapi entah mengapa, Opera mobile punya saya yg versi 8.65 selalu error pas ngentri komen.
    Hal yg sama terjadi di blognya Erros. Nah, ini bikin saya ga enak, lha wong sama sama TPC member…………
    Mungkin kalo ngenet dari kompie rumah baru bisa tapi ga tahu kapan…………..lha wong modemnya ga ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s