Marketing : salesman yang buruk………

Posted: Februari 7, 2009 in Pelita hati
Tag:, ,

Bertemu dengan penjual obat penumbuh rambut yang kepalanya botak, mungkin bisa membuat kita jadi ragu membeli. Juga misalnya bila kita berjumpa dengan orang kurus yang lagi jualan suplemen penggemuk badan……..
Yah, perasaan seperti nampak alamiah dan wajar. Selalu ada tindakan verifikasi dari sistim pemikiran kita untuk menguji satu informasi, tentang benar tidaknya. Secara sadar atau tidak, kita akan menghubungkan sang penjual dan apa yang dijual. Seringkali pula kita melihat siapa yang bicara daripada apa yang dibicarakannya.
Betapapun hebatnya khasiat suatu obat, betapapun baiknya suatu nasehat, bila orang yang dibaliknya tergolong meragukan tentu orang takkan mudah percaya.

Well, kita semua adalah salesman dan kita punya produk yang bagus dan boleh dibilang sangat bagus. Juga harga dan pola pembayarannyapun sangat flexible. Cuma sayang, hanya “sedikit” pembeli yang tertarik memiliki.
Weeh, what’s wrong ?
Ternyata kita kadang bertindak sebagai salesman yang buruk.
Kita berharap Islam ini bisa jaya tapi perilaku kita kadang bertolak belakang, bertindak sebaliknya.

Suatu waktu kita menjual produk kita dengan ledakan bom bunuh diri, kita menjualnya dengan tipu tipu…..barang asli diganti palsu, sapi diganti babi.
Kadang kita menjualnya dengan keangkuhan, sementara kita asyik dimeja makan, tetangga sebelah 2 hari kelaparan. Kita nampak asyik dengan kerasnya musik bak orang sedang tanggapan, sementara tetangga sebelah butuh ketenangan.
Kita tak peduli dan seakan tak mau mengerti dengan apa yang dibutuhkan pembeli.

Seorang Yahudi tua yang suka mencaci maki rosululloh, suatu hari sempat bertanya kepada Abu Bakar, kemana gerangan orang yang biasa menyuapinya makan ?
Ketika diberitahu bahwa orang tersebut adalah rosululloh dan sekarang beliau sedang sakit, sang Yahudi Tua menangis dan tak lama kemudian masuk Islam………
Zat bernama kebaikan dan kasih sayang itu, telah membawa hati tergerak untuk membeli.

posting ini terinspirasi oleh khotbah Jum’at bung Helmi [mantan ketua YDSF] dihotel Elmi, beberapa tahun yang lalu

Iklan
Komentar
  1. mantan kyai berkata:

    benar pak. jgn bicara islam kalo perilaku kt tdk islam. dan bgmana perilaku islam? mari kt berdebat ..

    >

    Hehehe……
    jujur saja, saya kurang begitu “mendalami” Islam.
    Sekolahpun selalu dijalur umum. Yah, paling paling cuma baca buletinnya Al falah n majalah Al furqon.
    Dari khutbahnya ustad Helmi juga dari sebuah hadist………saya menarik kesimpulan bahwa sebaik baik orang Islam adalah yang paling bermanfaat bagi sekitarnya.
    Tapi nampaknya hal itu terlalu sederhana karena faktanya kita dituntut untuk bisa menjalankan dengan sukses hablum min allah dan hablum min annas.
    Posting diatas punya tujuan untuk saling mengingatkan sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

    Thx buat komennya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s