Fly 2 the post

Posted: Februari 10, 2009 in The day dreaming. . . . .
Tag:,

Setelah sebulan bekerja, akhirnya mesin waktuku sudah kelar…..tapi kog lebih mirip kios rokok ya ?Yah, maklumlah lha wong dibuat dari kayu bekas rombong yang diobrak satpol PP.
Aku periksa sekali lagi sistim kelistrikannya. Pakai listrik ? Hehe, mumpung tarip dasar listrik lagi turun. Lagian mana ada mesin waktu dijalankan pakai areng ? kayak bakul sate saja.
Aku check juga sistim komputernya yang pakai Linux. Weeh, pakai Linux ? terus terang dan terang terus…..hehe, aku pakai Linux bukan karena gratisan [ hallah, sok kaya……… padahal rumah masih di mertua indah] tapi lebih kepada masalah sekuriti.
Sudah menjadi rahasia umum kalau windows itu lebih mudah dijebol oleh hacker and mudah diinfeksi virus.

Hmm, apa bisa ya mesin waktu ini bekerja ?
Aku mulai dihinggapi keraguan meski menurut fisika quantum sih mestinya bisa [eheheh, sok tau……].
Weeh, masa lalu.
Kira kira di drive mana ya Tuhan menyimpan foldernya, tempat kita bisa membuka segala hal yang pernah kita kerjakan sebelumnya ?
Amboi, betapa indahnya andai kita bisa terbang kemasa lalu dan mengeditnya sesuai selera kita. Tentu kata kata menyesal tak akan pernah ada. Mungkin kita hampir selalu bisa menjadi apa yang kita inginkan.
Bila dimasa lalu kita termasuk mbeling kita bisa merepairnya dengan menjadi orang yang lebih bijak.
Bila dimasa lalu kita tergolong orang yang malas belajar, kita bisa mengubah style dengan menjadi orang yang ugal ugalan dalam belajar dengan mengadopsi slogan apotik open [books] 24 hours.
Bila dimasa lalu kita adalah orang yang durhaka pada orangtua, menjadi imam yang buruk bagi keluarga, kita berkesempatan untuk menjadi makhluk yang berakhlaq mulia.

Sayangnya, Tuhan agaknya terlampau cerdas untuk dikibuli. Dia “melenyapkan” folder tempat masa lalu kita disimpan. Mungkin tersembunyi disuatu tempat, mungkin bisa juga karena bertype temporary, yang langsung terhapus dari cache begitu kita melewati kemarin untuk pindah ke hari ini, langsung menguap begitu kita bergeser dari “tadi” ke saat ini..
Kita juga tak pernah menemukan tombol undo, karena sebagaimana evolusi, garis waktu hanya berjalan searah.
Karena Tuhan paham, bahwa sebenarnya kitalah makhluk pilihan yang kehadirannya sempat dibanggakan didepan makhluk lainnya. Tak perlu banyak tombol dalam kehidupan kita. Karena sebenarnya kita telah paham, jalan mana yang seharusnya kita ambil.

Punya masa lalu yang kelam ? it’s human error, not bad destiny……….,…….

Iklan
Komentar
  1. cebong ipiet berkata:

    sudah baca , sedang ctrl + f mencari maknanya sebelum error dan musti di ctrl + alt + del…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s