Pak kring kring

Posted: Februari 25, 2009 in xpresi

Masih segar dalam ingatan saat itu biasanya hari tengah menjelang siang. Dari kejauhan terdengar sebuah bunyi yang tak asing lagi, kring kring kring………
Seorang paruh baya bersepeda hitam lengkap dengan kantongnya berhenti diujung lorong, berteriak, mengharap sang empunya segera datang mengambil miliknya.

Ia tak bisa berlama lama bertegur sapa. Setumpuk surat, kartu pos dan hantaran lain harus habis hari itu juga. Dan sebagaimana aku, puluhan dan mungkin ratusan orang lain sedang menunggu.

Potret seperti itu kini sudah tiada lagi. Kemajuan jaman telah melenyapkannya dari pandangan. Dia telah menjadi korban dari sebuah peradaban, dari sebuah perubahan budaya.

Jari jemari yang tengah mengapit pena, yang tengah menumpahkan isi hati dan barangkali juga sebuah puisi, kini lebih suka bermain deretan aksara milik sebuah benda dengan sebingkai layar diatasnya. Tanpa sadar telah turut mengantar keberadaan pak pos pergi tuk selama lamanya, dalam sebuah tidur panjang yang tak bertepi.
Aku telah kehilangan sebuah sensasi, sebuah cara dalam menerima bingkisan isi hati yang tertuang dalam kata demi kata, terlukis diatas kertas putih.
Rasa rindu, rasa bosan menunggu, rasa gelisah didada itu kini entah menguap kemana……………..
Mungkin saja suatu saat nanti wajah paroh baya yang selalu menyisipkan sepotong senyum disudut bibirnya akan bangkit kembali dari tepian jaman tapi kurasa dia bukanlah matahari, yang selalu berjanji khan datang di esok hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s