“Binatangisasi” abdi negara

Posted: Maret 12, 2009 in Negeriku.......
Tag:, ,

Mungkin judul posting diatas nampak agak bahkan terlalu sarkasme. Terus terang saya sedikit kesulitan untuk mencari padanan maknanya. Jadi ya cari yang simpel saja.
Beberapa waktu yang lalu terbersit wacana untuk memasukkan “anti korupsi” kedalam kurikulum sekolah.

Barangkali hal ini timbul setelah banyak pihak jengah dengan kasus korupsi yang ada.
Mirip dengan teori balon, ditekan disatu tempat, mblendhug ditempat lain. Diberantas ditempat yang satu eh muncul ditempat yang lain.
Agaknya koruptor punya semangat tempur yang tinggi, patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu.

Tanpa mengerdilkan semangat pemberantasan korupsi, mungkin sebaiknya para calon koruptor yang kebanyakan adalah abdi negara seharusnya sering sering berkunjung ke bonbin, ke taman safari.
Bukan untuk menghabiskan sisa anggaran kantor ataupun mengadakan rapat awu awu tapi untuk mengadakan study banding.

Yah, melihat bagaimana para binatang mengelola hidupnya. Meski sebagian dari mereka disetting menjadi peran jahat yang suka mengambil milik bahkan makan tetangganya sendiri tapi mereka makan secukupnya, menerapkan konsep today 4 today, seolah atau mungkin malah tak pernah berpikir akan hari esok.
Tak pernah terlintas dibenak mereka untuk menyisakan makanan hari ini untuk besok. Mereka tak paham budaya menabung.

Yups, menabung memang murni hasil kreasi makhluk yang bernama manusia.
Mereka terinspirasi khayalan hidup nyaman dihari tua, bisa leyeh-leyeh tanpa bekerja. Mereka terinfeksi oleh ketakutan menatap hari esok yang oleh sebagian orang diyakini penuh ketidakpastian.

Pada beberapa orang, khayalan ini berubah menjadi begitu posesif. Pada sebagian yang lain, rasa takut akan hari esok ini sudah menjadi phobia.
Mereka akan hanya punya satu agama yakni kemaruk isasi.
Mereka tak mengenal garis demarkasi, karena milik tetangga sudah dianggap milik sendiri.
Mereka juga tak mengenal partisi, karena hanya punya satu pasal, milikku adalah milikku dan milikmu adalah milikku.

Korupsi adalah masalah kata hati dan bukan masalah paham atau tak mengerti.
Saya yakin bahwa koruptor sebenarnya sadar dan memahami apa yang sedang dijalani. Melarutkan semangat anti korupsi dalam bangku pendidikan hanya akan menambah beban. Berguru pada sekawanan hewan barangkali lebih tepat sasaran. Atau mungkin jiwa yang kemaruk hanya bisa “disembuhkan” dengan ujung senapan……………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s