Tikus racing

Posted: April 23, 2009 in xpresi

Tikus, ya tikus.
Binatang yang hobbinya racing ini………………
Wulune ireng ireng.
Ono sampai sing jeliteng.
Nek didelok menteleng.
Disawang malah kereng.
Wis elek gak ganteng.
Kabeh wong gak seneng.

Demikian sekelompok musikus muda Surabaya, Black Star, mendeskripsikannya dalam sepenggal lirik lagu yang jenaka yang baru saya dapatkan beberapa hari yang lalu.
Dibagian yang lain juga digambarkan perilakunya
………………..

Binatange paling kemproh.
Nggarahi wong soro.
Senenge nggawe lara’an.
Nang gone jero longan.
Kadang kadang balungan.
Suwekane pakaian.
Yo ono kertas koran,
Dikrikiti nggawe mangan.

Meski dilukiskan demikian buruknya, baik profil maupun habitnya, tikus masih mendapat tempat cukup bagus dimata para sineas asing.
Banyak film yang diangkat dengan tikus sebagai tokoh utamanya atau paling tidak sebagai bagian dalam cerita.

Tercatat ada film Flused away dan Stuart little yang berkisah tentang petualangan seekor tikus saat berada diluar rumah sang majikan.
Film lainnya adalah Ratatouille yang menceritakan kehidupan seekor tikus yang jago masak juga ada The ugly duckling yang bertutur tentang tikus yang menjadi ibu dari spieces yang lain.
Tokoh tikus yang amat populer tentu saja adalah Jerry dan tikus ciptaan Walt Disney, Mickey Mouse, yang dengan aksi lucunya menghibur jutaan anak anak diseluruh dunia.

Binatang tikus selain hinggap pula diwilayah politik dan hukum dengan menjadi ikon bagi tokoh yang suka korupsi, dia juga hadir ditengah aktifitas kita berkomputer ria dengan menjadi media penggerak kursor.

Ngomong ngomong rumah anda banyak tikus ?
Hehehe, ikuti saja saran lanjutan lirik lagu diatas……………..

Ayo ndang diburu.
Nggowo o bedil manuk, senter karo gepuk.
Temba’en ndase ben cepet ambruk…..

Iklan
Komentar
  1. LuXsmaN berkata:

    wah kalau tikus HITAM memang buruk pak pencitraannya, sedangkan tikus PUTIH pencitraannya baik, oleh karena itu dijadikan pilem BIOSKOP……

    Tikus putih pun ada yang jual di terminal BRATANG 10 ribu 3 biji, kalau tikus hitam ada di JALAN RAYA, penyet pak…….

    ***

    Ya, Luxs………tikus itu kadang bikin jengkel.
    Tak lihat sih populasi tikus rumahan kayaknya menurun ya, sudah jarang terlihat.
    Yang ngetrend sekarang tikus got. Susah ngatasinya wong ada kucing juga gak takut. Entah karena besar badannya hampir seimbang atau karena dagingnya yang gak lezat, sang kucing nampaknya diam saja.

  2. nggresik berkata:

    eson wes tau nguber tikus….pancen angel nik tikus cilik anakan…tak uber mlayu nang ningsor longan amben tak uber karo mbrangkang ….tak dang nggawe seser iwak..mencolot nang awakku terus terakhir mencolot nang kabel listrik…mlayu liwat kabel listrik..sampe meh tak cekel kabel listrik meh ke strum….kurangajaaaaaar

    ***

    Hahahahahahaha……………pancen tikus iku Jeng Kelin.

  3. mantan kyai berkata:

    tikus di kampungku gedene sak kucing2 pak… piye jal??

    ***

    Gedene sak kucing2 ? Hehehe, iki berarti ada 2 asumsi mas Ardy……
    Yang pertama, seperti yang diomongkan Fithraw, tikusnya dipelihara sehingga sehat n montok.
    Yang kedua, kucingnya terlalu kurus sehingga jadi sebesar tikus. Mengapa ? Karena seringkali gak dapat makanan sisa.
    Hehehehe…………..

  4. fithraw berkata:

    @mantan kyai: lha sampeyan openi tikuse paling, mangkane gedene sak kucing… :mrgreen:

    wah, tak kirain akhir2nya sampeyan mau ngiklan jd pemburu tikus pak… ternyata nyuruh untuk membunuh tikus pake bedhil manuk… 😀

    ***
    Hehehe………….tadinya mau begitu, mengiklankan diri jadi pemburu tikus. HItung hitung buat nambah uang belanja.
    Berhubung dah ketahuan, yah gak jadi ah.

  5. tciely berkata:

    he…he.. klu tikusnya manis kayak micey mouse sih g pa2…

    tapi kasian juga tow petani di daerahku, sering banget waktu hampir panen malah diserang tikus.

    yah semoga rantai makanan tidak terputus saja lah.

    ***

    Lho, rumahnya daerah mana, Sragen ya ?
    Meski benci setengah mati sama tikus tapi keseimbangan rantai makanan memang harus tetap dijaga.
    Populasi yang tak terkendali dalam “jangka panjang” hanya membuat kita rugi.
    Barangkali warga desa yang sawahnya diserang tikus, makan demikian lahapnya sehingga piringnya belum dicucipun sudah nampak “bersih”.
    Sang tikus yang merasa lapar tentu hanya punya satu pilihan, menyerbu area persawahan………..
    Hehehe, ini analisis yang ngawur ya.

  6. tciely berkata:

    NB: kata populasi di hapus tow ya!!! salam kenal

    ***

    Weh, beres bos !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s