Sabana di khatulistiwa.

Posted: April 27, 2009 in Negeriku......., RAM >> Renungan Akhir Minggu
Tag:, , , ,
padang sabana

padang sabana

Suasana rumah yang nampak cukup asri dibawah rimbun pohon beringin itu kini nampak berbeda.
Dari balik jendela kulihat sepasang suami istri yang tinggal didalamnya kini jauh dari kata mesra. Diatas dipan tua mereka merebahkan diri dengan beradu punggung. Tak ada kata sayang terucap. Tak ada juga belaian hangat yang terlihat.

Semenjak sang istri tak betah lagi menjadi orang nomer dua, niat talak itu terus bergema meski dia baru saja alami derita, alami gangguan pita suara. Kian lemah untuk bisa getarkan gendang telinga.

Sang suami yang masih terlihat gagah kini punya hobbi baru. Dia suka menghangatkan diri dibawah matahari dan dilain waktu nampak larut menikmati indahnya bulan sabit.
Sementara si istri aku dengar juga berganti selera. Dengan tubuh mungilnya, dia terlihat asyik bermain rodeo, tengah mencoba menunggang banteng betina yang terus meronta tak jelas hendak kemana.

Diatas awan yang berkabut, seekor garuda terbang sambil kepakkan sayap, tengah mengintip bila mungkin ada celah yang terlihat.
Pepatah bila tak ada rotan akarpun jadi mungkin ada dibenaknya. Bila tak ada anak ayam, ekor bantengpun jadi disantapnya.

Ah, barangkali ini sepotong potret buram ditanah katulistiwa. Mereka sibuk bersilat lidah, seakan tak peduli akan sekitarnya. Tak peduli pedagang pasar yang tengah gelisah. Tak peduli tetangga kiri kanan yang nasibnya ikut dipertaruhkan.

Andai mereka mau melukis bayangan yang indah. Berikrar saling setia dibawah rerimbunan beringin, bergandengan mesra diatas punggung banteng yang berlari pasti ke padang sabana, suatu tempat yang slalu hangat bermandikan matahari.
Suatu tempat yang selalu gemerlap dengan hiasan bulan sabit diatasnya kala malam menghampiri.
Dihamparan langit, burung garuda terus kepakkan sayap. Memandang jauh, memberi tanda kemana kaki ini harus melangkah, bila padang rumput baru nampak nun jauh disana.

Iklan
Komentar
  1. mantan kyai berkata:

    wuah… sindiran yang muantab pak mud… seep!!!

    ***

    Hmmmm, suatu bentuk apresiasi yang menggembirakan dari blogger senior kepada yuniornya.
    Thanks, bos

  2. galuharya berkata:

    tulisan nya keren sekali mas…

    nuansa politik di kemas dalam bingkisan lelucon

    salam kenal

    ***
    Hehehe, trims buat appresiasinya……
    Salam kenal juga.

  3. manusiahero berkata:

    Penuh makna yang tersirat..

  4. nurannisaa7 berkata:

    siiippp,,,,…
    Mantappph!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s