Gelisah dalam tanya

Posted: Agustus 29, 2009 in xpresi
Tag:,
Allah

Allah

Tuhan,

Kusimpan sebuah tanya dalam hati.

Kaki ini srasa ringan susuri debu berterbangan,

Tuk penuhi panggilan kumandang adzan.

Lidahku tak henti menari,

Mengeja, melantunkan sederet qalam illahi.

Lengan seolah tak kenal lelah berdansa

Gerakkan jemari, ulurkan sedeqah.

Aku,

Bukanlah reog yang sedang kesurupan.

Bukan juga kuda yang slalu patuh pada sang tuan.

Aku,

Tak ubahnya saudara lain seiman,

Hanya mencoba mengais pahala di akhir jaman.

Menjadi hamba yang hidupkan heningnya  malam.

Tuhan,

Kusimpan sbuah tanya dalam hati,

Bila tlah tiba suatu masa,

Selepas fajar penuh takbir kemenangan.

Engkau seakan pergi tanpa pesan.

Tinggalkan daku tersesat dalam kegelapan.

Tak lagi paham bedakan halal dan haram.

Tak lagi kenali tangis anak jalanan.

Tak lagi mampu bangkitkan ragaku,

Yang lelap dalam tidur membatu.

Untuk lepaskan doa dan hangatkan dinding mushola.

Tuhan,

Kusimpan sbuah tanya dalam hati.

Pantaskah aku peroleh segenap rahmat,

Menghitung sgala nikmat didalam surgamu.

Bila memang panas api neraka,

Bukanlah jubah bagi jiwaku.

Romadhon 8, 1430 H

Iklan
Komentar
  1. artvisualizer berkata:

    Aminnnn

    ******************

    Amin ya robbal alamin

  2. haris berkata:

    tuhan memang tak pernah selesai dimaknai.

    ******************

    Dan rasanya apa yang Dia kehendaki kadang tak pernah kita mengerti.

  3. Khusnina berkata:

    Allah maha besar gx da tuhan selaen dy q cinta allah

  4. BERNADETTE berkata:

    TUHAN itu slalu memberikan kasih-Nya

    Setuju 100% tanpa syarat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s