flu baBI, suhaeBI & miyaBI

Posted: Oktober 14, 2009 in xpresi
Tag:, ,
miyabi dan kawan-kawan

miyabi dan kawan-kawan

Meski ada perbedaan dalam skala luas penyebarannya, ketiganya punya persamaan yakni sebagai news maker. Persamaan lainnya adalah ketiganya bisa membangkitkan demam pada korbannya dengan ending yang berbeda.

Pada BI yang pertama demam yang ditimbulkannya bisa berujung pada kematian. Bermula dari sebuah negara koboi, Meksiko, wabah itu menjalar ke seluruh jagad tanpa belas kasihan dan sempat menimbulkan rasa panik. Sang babi sungguhan yang kadang tergolong sehat tanpa ampun harus diekskusi tanpa pernah diberi kesempatan untuk mendengar kalimat : apa permintaan yang terakhir ?

Pada BI yang kedua gejala demamnya hanya bersifat lokal, yaitu pada seorang artis cantik yang tepatnya seorang biduan. Suhu badannya meningkat, emosi nampak mendidih saat mengetahui sang suami berdua bersama wanita lain. Kisah asmara 2 anak manusia itu berakhir di kantor polisi juga di kantor Pengadilan Agama.  Sedang pada BI yang terakhir, rasa demam yang terjadi amat bervariasi tergantung pemahaman masing-masing.

Bagi yang pernah menikmati image apalagi videonya tentu siklus demamnya akan naik turun mirip pelana kuda, tak jauh beda dengan DBD. Di mulai dengan hormon kejantanan yang meningkat dan dilanjut dengan kejangnya otot mata karena terlalu lama melotot. Pola naik-turun demam mungkin relatif stabil tapi ada sebuah device yang latah ikutan naik turun kayak laju inflasi.

Bagi yang hanya dengar dengar saja atau katanya, demamnya seperti profil sebuah bukit. Akumulasi penasarannya akan terus meningkat. Belasan dan mungkin puluhan situs akan dijelajahi guna membuat semua yang semula berversi katanya bisa menjadi lebih nyata. Selanjutnya sudut elevasinya akan menurun dengan  tingkat kemiringan antara yang satu dengan yang lain mungkin berbeda. Yang jelas semua nantinya berujung pada satu kata, ah bosan, sudah pernah lihat.

Komunitas yang terakhir memahaminya dari sudut pandang yang berbeda. Mereka menganggap BI yang ini sebagai kendaraan untuk sebuah eksistensi diri. Mereka lebih suka pakai pendekatan who’s she daripada what’s she do. Demam yang mereka derita tak pernah bergeser dari kepala yang hanya bisa dikompres dengan sepenggal kata, dia juga seorang anak manusia yang punya salah dan dosa. Siapa tahu suara adzan dari surau di kejauhan akan mampu merubah segalanya. Siapa tahu suatu waktu nanti  akan berkunjung lagi kesini seorang wanita cantik, hajjah Maria Ozawa.

Iklan
Komentar
  1. yummy berkata:

    amin deh…
    mudah2an ntar hajinya bareng deh

    *******

    Hahaha………….
    Ah, adik yang satu ini bisa aja.
    Mudah-mudahan bisa berangkat bertiga sama yang kasih komen ini.

  2. ikiakukok berkata:

    trio BI pengundang demam 🙂

    *********

    Eh, kayaknya paracetamol bakalan laris nih.
    hehehe.

  3. RitaSusanti berkata:

    “Siapa tahu suara adzan dari surau di kejauhan akan mampu merubah segalanya”, amiin…

    ******

    Yups, kita memang harus slalu berpikiran positif.
    Cerita tentang Sunan Kalijaga mungkin bisa menjadi bahan pelajaran, bagaimana seorang gali bisa bermutasi menjadi seorang wali.
    Hanya tinggal kun fayakun.

  4. Napi_says berkata:

    Assalamualaikum….
    Hahahahahahahaha.. dasar.. kalau manipulasi nama bisa aja..
    salam kenal..
    tapi seru2 Pak..

    *****

    Weleh, apanya yang seru ?
    Ah, ntar dikira bonexmania.
    hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s