Abu Jadul

Posted: Oktober 15, 2009 in xpresi
Abu Jadul

Abu Jadul

Perkenalkan nama saya Abu jadul.

Saya seorang pria yang suka mengembara, menikmati hidup ini apa adanya.

Saya barusan bangun kemarin seusai tertidur pulas hampir 40 tahun lamanya.

Saya kaget bukan kepalang melihat kehidupan yang sedang berjalan mengalami banyak perubahan. Di banyak tempat saya lihat tak sedikit orang yang seolah hendak gantung diri tapi setengah hati. Mereka hanya melilitkan seutas kabel kecil  dan bukan sepotong tambang, mereka pakai dikepala dan bukannya dijeratkan dilehernya.

Dijaman saya orang yang gantung diri juga banyak tapi seringnya ditanah lapang, dimedia. Mereka menggantung harapan orang lain saat berkampanye, mereka menggantung sgala janji menjadi tak mudah terealisasi. Mereka sadar bahwa mereka tak mau dan bisa jadi tak mampu memenuhi janji itu karena mereka hanyalah tak lebih dari sekumpulan tukang tipu. Mereka setengah hati karena ibarat buah simalakama, tak ucapkan janji alamat tak ada yang akan memilih, kalau berjanji itu serasa mustahil untuk dipenuhi.

Saya melihat banyak orang yang bicara sendiri, tak jelas kepada siapa. Kadang disertai senyum dan tak jarang diselingi tawa canda. Sebagian diantara mereka menjepret sekeping plastik didaun telinga. Yang tergolong elit alias ekonomi sulit, harus puas dengan menyisipkan segenggam benda dibalik helmnya.

Dimasa saya, orang yang bicara sendiri tidak dijalanan, bukan juga dimall yang gemerlapan. Mereka bicara sendiri di gedung dewan. Sekawanan orang didalamnya suka bicara sendiri dan cenderung berbisik, tak pedulikan jutaan orang yang pernah menitipkan suara kepadanya. Tak sedikit undang-undang yang disahkan tanpa pernah kita tahu kapan dibicarakan, kapan diperdebatkan. Kita tak pernah ditanya dan sangat mungkin memang tak dibutuhkannya.

Di sebuah taman saya melihat banyak orang yang sedang lesehan, menatap sebuah kotak dengan sebingkai layar diatasnya. Mereka kadang nampak sibuk mencolokkan sebuah benda sebesar ibu jari dalam sebuah lubang dibaliknya.

Dijaman saya tak sedikit orang yang berlabel abdi negara yang gemar mencolokkan kedalam sebuah lubang sebuah benda, bukan saja sebesar ibu jari tapi memang ibu jari bahkan anak jari mereka sendiri kedalam lubang telinga. Mereka tengah mengorek kotoran yang ada agar mampu mendengar lebih jernih, mampu menampung luapan asa dari kita yang tinggal dibawah.

Terlalu lama mereka tinggal didalam sangkar Farraday hingga suara kita tak mudah sampai, terlalu lama mereka bergaya sebagai raja hingga kita harus siapkan upeti sebagai umpannya. Kita disuruh datang mengikuti alur birokrasi yang sengaja dibuat berbelit seperti ular agar segala urusan bisa diurus oleh sang makelar. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah ? begitu sebuah ungkapan yang sangat populer.

Saya lihat sekarang jalanan banyak kemacetan. Banyak kendaraan dengan mesin menyala yang tak dapat kemana-mana, maju susah mundurpun tak bisa.

Dulu jalanan nampak sepi, mobil satu dua dan hanya sepeda angin yang melintasi, bahkan tak jarang lewatlah gemulainya roda pedati. Yang namanya kemacetan cuma ada didunia ekonomi. Banyak orang bergelar sarjana tapi tak dapat kerja, banyak yang pergi ke ibukota tapi hunian tepian sungai yang didapatnya.

Pepatah sakti, habis gelap terbitlah terang tak ubahnya sebuah parodi. Masa terang itu mungkin tak pernah ada karena yang tersisa hanyalah kegelapan abadi. Dana yang semestinya untuk membuat hidup ini lebih sejahtera telah terkuras kekantong pribadi, amblas tuntas habis dikorupsi.

Sayup sayup kudengar sebuah lagu…………..

Habis bangun tidur lagi,

Kalau ingin umur panjang perbanyaklah minum kopi.

Ah, ada ada saja.

Aku memang ingin tidur dan bangun 40 tahun lagi.

Iklan
Komentar
  1. kwarsakristalin berkata:

    saya juga pengen tidur 40 th lagi dan ga usah bangun lagi, tapi saya belum nemu alasan untuk itu 🙂

    ******

    Ah, pasti ada alasan untuk itu.
    Bila cara tidurmu seperti aku, yang suka meliur dikala tidur, aha sungguh ga kebayang berapa liter yang bakalan terkumpul selama 40 tahun……………hehehe.
    Bisa diekspor buat campuran lem.

  2. kawanlama95 berkata:

    umur kita tak ada yang tahu, abis minum kopi juga ada yang mokat, lebih baik …. berdoa dan berusaha menjadi baik. maaf bila koment ini tak nyambung

    *******

    Ah, pasti bisa nyambung koq kawan.
    Jaman sekarang apa sih yang ga bisa disambung ?
    Dokter nyambung sama polisi jadi forensik.
    Traktor sama meriam nyambung jadi tank.
    Semua bisa diatur.

  3. Jaw berkata:

    Jadi keinget Jaman Edan nya Rangga Warsito.

    amenangi jaman édan,
    éwuhaya ing pambudi,
    mélu ngédan nora tahan,
    yén tan mélu anglakoni,
    boya keduman mélik,
    kaliren wekasanipun,
    ndilalah kersa Allah,
    begja-begjaning kang lali,
    luwih begja kang éling klawan waspada.

    dari wikipedia

    **********

    Yups, nilai yang terkandung dalam tulisan Ronggo Warsito rasanya masih aktual sampai sekarang.
    Hanya segelintir orang yang punya kemampuan membaca tanda-tanda jaman.

  4. RitaSusanti berkata:

    Ah kalau saya sih ingin tidur sekedar kebutuhan tubuh saya saja..

    Mungkin terkadang kita begitu apatis melihat kondisi negara dan bangsa yg semakin tak karuan, tapi apa dengan begitu bisa menyelesaikan segalanya. Lebih baik melakukan apa yg bisa kita lakukan, yah setidaknya berbuat untuk kebaikan diri saja lah dulu…

    ******

    Yah, sama.
    Aku juga tidur seperlunya saja.
    Aku tidur biasanya cuma 30 menit.
    Maksudnya ya tidur di kantor 30 menit.
    Tidur pas di angkot 30 menit.
    Tidur pas ndengerin khotbah Jum’at 30 menit.
    Tidur pas nonton TV 30 menit.
    Tidur pas dikamar tidur eh 30 menit juga………dikalikan 10 tapi.
    hehehe.

  5. ikiakukok berkata:

    ada banyak perubahan yang akan kau lihat saat kau bangun 40tahun dari sekarang jadul..entah membaik atau memburuk. atau malah tidak ada apa2 lagi yang bisa kau bandingkan..

    ******

    Ah, jangan jangan kita yang kehilangan kepekaan diri hingga tak lagi mampu menangkap adanya perubahan.
    Ini barangkali yang aku rasakan dalam mengelola putri kecilku.
    Kutak lagi menangkap apa yang mereka mau.
    Mungkin juga yang dirasakan para pembesar negeri.
    Mereka kurang cerdas dalam menyelami makhluq yang dipimpinnya.

  6. diajeng berkata:

    waduh gimana rasanya ya tertidur selama 40 tahun…ck..ck..ck… 🙂

    ********

    Rasanya ?
    Weleh, bingung nyari mimpi yang pas.
    Mau mimpi tentang film Harry Potter…..eh, durasinya cuma 2 jam.

  7. diajeng berkata:

    itu lagunya kek punya mbah surip..hehehe 🙂

    ******

    Hehehe……..koq tahu sih ?
    Hmm, kamu ngefans sama beliau ya ?

  8. ardian eko berkata:

    40tahun tidur opo ora luwe ya… 🙂

  9. annosmile berkata:

    ngitung umur dulu..
    perasaan baru denger tidur 40 tahun
    biasanya seh 100 tahun
    xixixiix

    *******

    Sekarang yang ngetrend kelipatan 4.
    hehehe……….

  10. Desri Susilawani berkata:

    kalo semua pada mau tidur selama 40 tahun…bahaya juga. harus ada waktu untuk bangun dan berbenah, jangan membiarkan kerusakan semakin parah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s