Klenik Klenak Klenuk

Posted: Oktober 28, 2010 in Negeriku.......
Tag:, , ,

we-em

Tiga musibah yang melanda negeri ini terjadi dalam waktu yang hampir berdekatan. Dimulai dari Wasior berlanjut ke Mentawai dan yang paling buncit tentu saja Merapi. Ada fakta yang cukup unik dari ketiga musibah diatas yakni dari sisi label mengandung kesamaan, semuanya dari satu garis yang patah menjadi 4 bagian, huruf W dan M. Bahkan salah satu tokoh terkenal yang turut menjadi korban, huruf depan namanya juga M. Hari kejadian peristiwa juga sama, huruf S, hari Senin dan Selasa. Para penggede yang “turut” terlibat dalam menangani musibah ini khususnya Merapi banyak yang berkaitan dengan huruf S juga. Ada raja Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono, bupati Sleman Sri Poernomo trus kepala BPPTK  Subandriyo.

Bila diteropong dari dunia Avatar yang mempartisi kekuatan menjadi 4 elemen maka ketiga bencana diatas setidaknya telah mewakili 3 elemen. Elemen tanah terjadi di Wasior dengan banjir lumpur, elemen air ada di Mentawai dengan terjadinya Tsunami dan elemen api yang unjuk gigi di Merapi. Dari paparan diatas ada satu elemen yang belum pamer kekuatan yaitu elemen udara dan kalau dikompilasikan dengan label musibah, yaps sepertinya sekuel berikutnya bakalan berlabel W.

Wamena, Waringin, Wonosobo ?

Ah, aku nggak tahu. Sama nggak tahunya dengan simbah yang akhirnya harus berpulang ditangan makhluq peliharaannya, makhluq yang sudah 28 tahun dijaganya, si wedhus gembel. Sungguh nama yang aneh untuk sebuah makhluq yang suhu tubuhnya dapat mencapai 600 derajat Celcius dan bisa berlari secepat F-1. Mestinya sih dikasih nama wedhus balap ya.

Sayup sayup kudengar sebuah lagu mengalun,

…………..mungkin Tuhan mulai bosan dengan tingkah laku kita, yang bangga dengan segala dosa-dosa..…………..

Dosa ? Bangga ? aah.

Elemen udara memang nggak perlu unjuk kebolehan di Wonosobo ataupun di Wamena. Setidaknya elemen udara telah unjuk gigi di gedung dewan. Ruangan dingin dengan sekian ribu watt AC tetap saja tak mampu menyejukkan hati sebagian penghuninya. Mereka tak betah didalam dan ingin menghirup udara segar dari negeri seberang. Tema yang diusung sudah diplot, study banding. Mungkin maksudnya ingin membandingkan apakah teman sejawat dari negeri yang dikunjungi apa bisa melakukan hal serupa.

Seperti dalam kisah Aang si Avatar, tokoh jahat dan si pahlawan, kebaikan dan keburukakan memang bergantian menghiasi jalinan cerita sebagaimana rahmat dan musibah datang dalam kehidupan kita.

Selamat jalan pak tua !

Semoga jiwa heroikmu yang tak pernah tinggalkan medan laga meski jiwa sebagai taruhannya, bisa mengilhami kami semua akan arti sebuah pengabdian.

Tak sekalipun pernah aku dengar engkau meminta untuk study banding ke negeri seberang tentang bagaimana cara menjaga sebuah gunung berapi. Tak juga pernah aku tahu engkau mengeluh akan rumah mu yang mungkin tak lagi nyaman ditinggali dan mengiba ingin rumah baru yang  tahan gempa.

Iklan
Komentar
  1. Anas berkata:

    Anas sangat like this kalimat “Tak sekalipun pernah aku dengar engkau meminta untuk study banding ke negeri seberang tentang bagaimana cara menjaga sebuah gunung berapi. Tak juga pernah aku tahu engkau mengeluh akan rumah mu yang mungkin tak lagi nyaman ditinggali dan mengiba ingin rumah baru yang tahan gempa.” mungkin kalimat di atas paling tepat ditujukan ke para wakil rakyat dan pejabat-pejabat di negeri ini.. Astaghfirullah….

  2. edda berkata:

    bagus bgt artikelnya
    aku jd merinding nih bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s