Archive for the ‘Negeriku…….’ Category

Klenik Klenak Klenuk

Posted: Oktober 28, 2010 in Negeriku.......
Tag:, , ,

we-em

Tiga musibah yang melanda negeri ini terjadi dalam waktu yang hampir berdekatan. Dimulai dari Wasior berlanjut ke Mentawai dan yang paling buncit tentu saja Merapi. Ada fakta yang cukup unik dari ketiga musibah diatas yakni dari sisi label mengandung kesamaan, semuanya dari satu garis yang patah menjadi 4 bagian, huruf W dan M. Bahkan salah satu tokoh terkenal yang turut menjadi korban, huruf depan namanya juga M. Hari kejadian peristiwa juga sama, huruf S, hari Senin dan Selasa. Para penggede yang “turut” terlibat dalam menangani musibah ini khususnya Merapi banyak yang berkaitan dengan huruf S juga. Ada raja Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono, bupati Sleman Sri Poernomo trus kepala BPPTK  Subandriyo.

Bila diteropong dari dunia Avatar yang mempartisi kekuatan menjadi 4 elemen maka ketiga bencana diatas setidaknya telah mewakili 3 elemen. Elemen tanah terjadi di Wasior dengan banjir lumpur, elemen air ada di Mentawai dengan terjadinya Tsunami dan elemen api yang unjuk gigi di Merapi. Dari paparan diatas ada satu elemen yang belum pamer kekuatan yaitu elemen udara dan kalau dikompilasikan dengan label musibah, yaps sepertinya sekuel berikutnya bakalan berlabel W.

(lebih…)

Perangkat komputer hanyalah seonggok benda mati dan operating sistimlah yang mampu membuatnya seolah hidup. Cukup banyak operating sistim yang telah dicipta namun rasanya hanya 3 yang memiliki pengguna terbanyak dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kita mengenal Windows yang begitu populer sekaligus familier dan mungkin juga paling user friendly karena bisa jadi kita yang paling dulu mengenalnya. Kita juga mengenal Mac yang tampilan grafisnya begitu memukau dan yang terakhir adalah Linux sang penantang yang terlahir dari dunia open source.

Adakah operating sistim yang menawarkan keindahan grafis yang wow, yang begitu user friendly dan yang terpenting “free” ? Mungkin anda akan geleng-geleng kepala karena sejauh ini memang sepertinya belum ada operating sistim yang merupakan perkawinan antara ketiganya. Tapi saya melihat hal itu bukanlah impian. Cobalah kunjungi situs awu-awu berikut ini,

http://galaxi bima sakti/tata surya/planet bumi/asia/indonesia/download.html

Anda akan mendapatkan semua yang mungkin kita impikan.

Yups, siapa sih yang tak mengenal eloknya sebuah negeri yang terletak diantara 2 samudra dan 2 benua ini ? Bak mozaik yang jatuh dari surga, negeri ini diterangi dengan gemerlap cahaya. Manik-manik keindahan terlukis jelas dalam setiap sisi peradaban, dalam relung alam yang membentang. Bali yang begitu eksotis, batik dengan segala motifnya, kilau emas dihamparan bumi Papua, komodo yang mengundang misteri, keragaman bahasa hingga reog yang penuh magis, semua menawarkan pesona yang banyak negeri lain serasa kurang beruntung tak bisa memilikinya.
Aura keindahan itu bahkan menjalar kedalam drama perseteruan antara 2 lembaga negara beberapa waktu yang lalu. Lakon yang sempat digelar dengan label Cicak lawan Buaya itu bisa dipentaskan dengan penuh kesan, penuh tanya dan bisa menghibur kita untuk beberapa pekan lamanya.

User friendly ?

Ah, terlalu banyak fitur itu yang kita punya, Seja dulu kita memang terkenal sebagai bangsa yang lekat dengan keramahan, yang selalu terlukis dalam senyuman. Sebuah buku yang mengupas tentang history seorang pembesar negeripun diberi judul The Smilling General meski bagi sebagian anak negeri senyuman itu terasa satir dan pahit untuk ditelan.

Kita memang bangsa yang user friendly full. Lihat saja para pahlawan devisa yang mencoba berkelit dari bunyi sebuah pepatah hujan emas dinegeri orang masih enak hujan batu dinegeri sendiri. Mereka kadang harus pulang dalam derita, upah yang tertunda, wajah lebam sampai hanya tinggal jasad semata.

Semua membisu, terdiam dalam kesibukkan, menganggap itu hal yang biasa, terserah apa kata usernya saja…..what do you want to do, we will do it. Sebagai sebuah bangsa kadang dan barangkali kita cenderung lemah dihadapan bangsa lain. Ada sebuah potret yang membuat hati ini terluka, ketika presiden menanda tangani sebuah nota sementara bos IMF berkacak pinggang disampingnya.

About free and open source ?

Tak sedikit cerita tentang free dan open source ini. Yang lagi hangat tentu saja cerita tentang ribuan nasabah sebuah bank swasta yang nasib uangnya tak jelas juntrungnya. Aneh bin ajaib mirip adegan sebuah acara sulap, sebuah bank yang selama ini diyakini sebagai tempat teraman untuk menyimpan uang ternyata bertingkah bak aplikasi open source. Kode-kode untuk membobol uang nasabah terbuka untuk banyak orang dan berstatus free untuk dibelokkan arahnya.

Bukan salah bunda mengandung bila sebagaimana halnya Windows yang kadang manyampaikan pesan adanya file yang korup, kehidupan kita dalam bernegarapun mengalami cerita yang sama. Apa yang salah ?

Berulang kali kita melakukan repair dan mungkin juga reinstall, 20 Mei 1908 dengan tajuk kebangkitan bangsa, 28 Oktober 1928 dengan mengusung tema Sumpah Pemuda hingga yang paling heboh 17 agustus 1945 dengan acara memformat ulang kehidupan berbangsa, meremove segala sesuatu yang berbau Belanda, tapi pesan file yang korup tak kunjung musnah. Operating sistem kita tak kunjung berjalan sesempurna harapan yang ada.

21 Mei 1998, sebuah revolusi kecil kita lakukan, yang barangkali sudah geram dengan segala apa yang terjadi, sudah putus asa dengan guratan nasib yang sedang kita jalani. Awalnya seolah  kita sedang membuat restore point baru tapi nampaknya hingga satu dasawarsa terlewatkan, alunan kisah tentang badai pasti berlalu, masih terlalu pagi untuk dibicarakan.

Komputer memang hanya sekumpulan benda mati dan perlu operating sistem untuk menghidupkannya. Perlukah setiap perangkat dilengkapi sistim tersendiri agar bisa menjalankan kehidupannya, agar nasibnya tak tergantung kepada sebuah operating sistem ?

Tanyalah pada lubuk hati diri sendiri. Negara kadang kurang peduli lagi. Menggantungkan nasib mungkin mirip dengan sebuah pertaruhan………….

Nada getar ?

Pasti kita sudah mengenalnya, itu salah satu cara ponsel memberitahu kita bahwa ada pesan yang lewat, ada panggilan yang datang ataupun buah kerja dari sistim reminder yang sedang berjalan.

Pada hari Rabu, 30 September yang lalu di belahan Sumatera, ada nada getar dengan kekuatan 7,6 SR. Vibrasinya cukup kuat untuk merobohkan gedung juga cukup besar untuk membuat banyak orang pontang-panting berlarian mencari jalan keselamatan.

******

Apakah ada pesan yang lewat ? Mungkin ya.

Barangkali itu cara Sang Penguasa Alam menanadai pesan bagi kita bahwa senantiasa ada harapan diantara kesempitan, senantiasa ada kehidupan diantara reruntuhan.

Tak sepatutnya kita meratapi diri, berkeluh kesah sepanjang hari dan menyalahkan suratan takdir yang terjadi. Selalu tersembunyi hikmah dibalik musibah.

Awan tak selamanya mendung. Bak roda pedati, nasib memang bisa silih berganti. Bila kita alami hitam hari ini, mungkin esok putih yang temani.

******

gempa sumatera

gempa sumatera

Apakah ada panggilan yang datang ? Itu pasti.

Sejauh ini telah ada ratusan orang yang menerima undangan kematian. Tak ada partisi antara yang jahat dan yang baik hati, antara si kaya dan yang miskin harta. Semua sama, tak bisa menolak, tak bisa meminta penangguhan. Kita memang sedang menghitung hari.

Lintasan waktu barang sedetik tentu amat berharga dalam pertandingan yang tak jelas kapan akan berakhirnya. Sangat mengherankan bila ada yang menyia-nyiakan durasi hidup yang tersisa dengan perilaku yang kurang berguna.

******

Apakah ada peringatan ? Bisa jadi.

Mungkin Dia sedang mengingatkan kalau kalau kita lupa dan melupakan sesuatu.

Kita barangkali lupa menunaikan zakat, lupa menggenapkan sholat, lupa kapan saatnya bermunajat, lupa bagaimana cara menghentikan maksiat, lupa , lupa……….ah, terlalu panjang daftar yang bisa dibuat. Memang kita terlahir dengan fitur lupa  tapi itu bukanlah bug dari sebuah proses penciptaan.

Rasa lupa itu sesungguhnya berguna untuk melupakan keburukan, menghapus kedzoliman yang pernah kita terima. Bila rasa lupa tak pernah ada, yang tersisa hanyalah rasa dendam hingga tujuh turunan, yang ada hanyalah pengulangan legenda Ken Arok dan kawan-kawan.

*****

Rrrtt rrrrt rrrrt rrrrt………..

Cobalah periksa, siapa tahu ada ada pesan, ada panggilan atau peringatan yang datang.

Perlu layar hati yang penuh warna, yang penuh kearifan.

Perlu layar hati yang lapang, yang sarat dengan keikhlasan.

Untuk membaca makna nada getar yang ada.

*****

UNTUK  SAUDARA  KITA YANG TERTIMPA MUSIBAH DI SUMATERA, SEMOGA DIBERI KEKUATAN IMAN DAN KETABAHAN DALAM MENGHADAPI COBAAN.

Jin

Jin

Alkisah ada 3 orang sahabat terdampar di suatu pulau terpencil. Tanpa disangka salah seorang diantaranya menemukan guci ajaib yang berisi jin sakti yang baik hati. Sang jin menawarkan 3 permintaan yang akan langsung dikabulkan. Tanpa pikir panjang sahabat yang pertama langsung mengajukan permintaan bahwa dia ingin pulang. Sahabat yang keduapun mengajukan permohonan yang sama, ingin pulang. Dua permintaan sudah diekskusi dan tinggal 1 lagi. Sahabat yang ketiga bukannya mengajukan permintaan sebagaimana rekannya tapi malah menginginkan kedua orang temannya balik lagi, menemaninya di pulau terpencil tersebut.

Parodi diatas yang digagas oleh sebuah perusahaan rokok tersebut belakangan sering nongol di televisi. Tapi bagaimana seandainya guci itu memang ada dan sang jin menawarkan hal yang sama, 3 permintaan yang akan dikabulkan buat negeri kita tercinta agar bisa menjadi negara yang disegani dan tak menjadi bahan pelecehan oleh negeri tetangga ?

*****

Seorang menteri pertahanan segera mengajukan permintaan pertama, aku ingin negeri ini menjadi digdaya dengan persenjataan yang super lengkap. Dengan senjata ditangan dia bermimpi negeri lain akan berpikir dua atau tiga kali kalau ingin mengajak berkelahi.

Sang jin  segera mengeluarkan laptopnya, menghubungi google guna memperoleh sebuah deskripsi tentang negara super power. Muncullah Amerika serikat di link pertama. Yah, apa yang kurang sih dari Amerika ? rasanya semua senjata ada disana. Mulai yang diangkasa berupa satelit pengintai semacam KH-11 ataupun pesawat tempur kelas 1 sebangsa F-18 Hornet maupun F-117 , senjata di perairan berupa kapal induk maupun kapal selam nuklir yang bisa berlayar belasan tahun tanpa henti sampai wahana tempur darat tank Abrams dan aneka senjata balistik yang sekali blar bisa memanggang seisi kota.

Senjata memang menjadi bargaining power bagi Amerika dalam menggertak lawannya dan sejauh ini belum ada tandingan yang sepadan semenjak Uni Sovyet tewas beberapa waktu silam. Belum lagi gaya poltiknya yang suka main koboi yang tanpa rasa bersalah dan sepertinya kurang kerjaan, suka mengintimidasi dan menginvasi negeri lain dengan dalih pemulihan demokrasi. Jejaknya ada dimana mana, Grenada, Somalia, Vietnam, Korea, Irak, Afganistan dan hmmm sepertinya bakalan panjang daftarnya.

kapal induk

kapal induk

*****

Dari pojok ruangan dengan semangat menteri ekonomi dengan tangkas mengacungkan jari mengajukan permintaan kedua, aku ingin negeri ini punya ketahanan ekonomi yang kuat. Dengan bekal pondasi finansial yang kuat, sang menteri berharap negeri ini bisa mandiri dan tak hanya mampu mengekspor TKI.

Sang jin mengernyitkan dahi dan terbayanglah Republik Rakyat Cina. Yap, siapa sangka bahwa negeri tirai bambu, negeri komunis yang tadinya barangkali tergolong kere, terbelakang dan cuma punya modal rakyat segudang, secara perlahan mampu berevolusi menjadi salah satu negara dengan cadangan devisa terbanyak didunia. Lihat saja banyak peralatan elektronik yang dibelakangnya bertuliskan made in China dan salah satu sahamnya sempat mampir di negeri ini dalam wujud sebuah jembatan di selat Madura. Seakan mirip dengan prosesor dual core, mereka mampu berimprovisasi dan tanpa rasa malu mengawinkan antara minyak dan air, antara komunis dan kapitalis dengan sukses, sementara negeri komunis lain yang segan untuk berubah dan tetap setia pada pakem, semacam Kuba dan Korut tetap dalam takdirnya sebagai negeri yang terbelakang baik sosial maupun ekonominya.

dollars

dollars

*****

Suasana menjadi hening sejenak. Semua yang datang nampak menunggu siapa kiranya yang akan tampil sebagai peminta permohonan yang ketiga. Tak sedikit yang menduga bahwa menteri Hukum dan Kehakimanlah mungkin yang akan segera mengangkat tangan dan berharap sang jin akan mengabulkan permintaan agar keadilan bisa tegak berdiri di negeri ini. Yah, siapapun tahu bahwa negeri yang kuat secara militer maupun ekonomi sangat mungkin akan menghitung hari bila tiada keadilan dalam kehidupan bernegara dan berbangsanya.

Kita mungkin masih ingat Iran saat dibawah kekuasaan rezim Shah Reza. Suatu negara yang kala itu militernya adalah salah satu yang terkuat di Asia akhirnya tumbang oleh revolusi yang dipimpin oleh Khomeini. Masih segar juga dalam ingatan sebuah negeri bernama orde baru yang rancang bangun ekonominya pernah disebut sebagai macan Asia baru namun riwayatnya berakhir oleh people power, oleh gerakan reformasi. Aroma keadilan kala itu barangkali menjadi komoditas yang langka, tertelan oleh derasnya arus korupsi, kolusi dan nepotisme.

Tiba tiba seorang pria berkopyah yang sedari awal nampak menikmati tidurnya dengan santainya mengangkat tangan dan berteriak lantang, aku ingin mereka balik. Banyak hadirin yang terperanjat dan heran dengan ulahnya, orang ini nyambung nggak ya atau barangkali terpengaruh oleh jawaban yang sama di iklan televisi. Kemuliaan sebuah bangsa dengan senjata ditangan kanan dan segepok dollar di tangan kiri yang sudah didepan mata mau dibalikin begitu saja.

negeriku

negeriku

Sebelum rasa heran khayalak habis, sang pria berkopyah kembali meneruskan dan mengulang bicaranya : yah, aku ingin mereka balik. Aku ingin Gajah Mada dan Hayam Wuruk balik untuk memimpin negeri ini. Aku ingin kemakmuran, keadilan dan harga diri sebuah bangsa yang lewat Palapa pernah menghiasi tinta emas negeri ini bisa kembali hadir disini, di nusantara.

Tiga kubu sudah yang menyalonkan diri sebagai capres, SBY, JK dan Megawati. Menurut beberapa pengamat juga lembaga survey, SBY punya kans yang paling besar karena lebih populer bahkan sampai ada yang berpendapat dipasangkan dengan sandal jepitpun SBY tetap akan menang. Tapi benarkah demikian ?

(lebih…)

Pisang isme

Posted: Mei 15, 2009 in Negeriku.......
Tag:, , ,

Makhluq dari jenis buah-buahan ini punya kandungan vitamin A dan kebanyakan berwarna kuning. Menilik dari bentuknya, ia tergolong makhluq yang lanjut usia.
Lihat saja badannya yang agak bengkok. Suatu gejala yang biasanya dialami para manula karena tulang belakangnya sudah keropos alias mengalami osteoporosis.

(lebih…)

padang sabana

padang sabana

Suasana rumah yang nampak cukup asri dibawah rimbun pohon beringin itu kini nampak berbeda.
Dari balik jendela kulihat sepasang suami istri yang tinggal didalamnya kini jauh dari kata mesra. Diatas dipan tua mereka merebahkan diri dengan beradu punggung. Tak ada kata sayang terucap. Tak ada juga belaian hangat yang terlihat.

(lebih…)