Archive for the ‘xpresi’ Category

Talking 2 myself

Posted: Oktober 26, 2010 in xpresi

Kembali ke rumah maya ini setelah sekian bulan menghilang, rasanya bak tentara yang pulang dari perang dan kembali ke kampung halaman.
Entah mengapa hati dan kepala ini bisa berada di barisan yang berbeda, untuk sekedar menulis beberapa patah kata., padahal kini aku berada di habitat yang sebenarnya memungkinkan blog ini lebih berkembang biak.
Sebuah notebook plus koneksinya yg hampir tanpa batas sudah tersedia.
Urusan tulis menulis seharusnya bisa lancar mengalir tak seperti jalan raya Porong yang kerap alami kemacetan.

Barangkali kepala ini sudah penuh dan perlu beberapa gigabyte flashmemory untuk memindah data atau bisa jadi ada crash dan perlu untuk di restart………hmm, tapi tombolnya sebelah mana ya ?

Iklan

Hari Ibu

Posted: Desember 22, 2009 in xpresi
Tag:
menatap kesibukan yang tak pernah usai

ibu

Barangkali sedikit orang yang ingat bahwa hari ini adalah peringatan hari ibu yang ke 81 dan aku yakin lebih sedikit lagi orang yang mau menyisihkan secuil waktu untuk merayakannya. Untuk poin yang terakhir mungkin aku salah satu yang termasuk didalamnya karena memang sudah tak beribu lagi. Yah beliau telah berpulang beberapa tahun yang silam.

Beberapa hari yang lalu sebuah harian yang terbit di Surabaya merelease sebuah berita bahwa telah lebih dari seribu TKI yang tewas yang kebanyakan terjadi dinegeri tetangga, Malaysia. Ini tentu potret buram bagi dunia ketenaga-kerjaan kita dan berita yang sangat
menyedihkan dalam momentum peringatan hari ibu karena banyak dari mereka yang tewas diatas adalah wanita, calon maupun yang sudah menjadi ibu.

Menguliti peran seorang ibu dalam tatanan kehidupan sosial maupun dalam skup yang lebih kecil dalam sebuah keluarga, sungguh tak terbayangkan betapa vitalnya. Pantas Rosullalloh menegaskan dan mengulang sampai tiga kali saat seseorang menanyakan siapa yang lebih pantas dihormati. Kata ibu jugalah yang dicantumkan sebagai istilah dalam kota pusat pemerintahan, Ibukota. Juga dalam kata pengganti tanah air dengan menyebutnya sebagai Ibu Pertiwi.

(lebih…)

Gajah diantara Prita

Posted: Desember 12, 2009 in xpresi

buanglah sesuatu pada tempatnya ?

Binatang apa yang belakangan ini paling sering dibicarakan ?

Jawabnya tentu saja gajah. Lho koq ?

Yah, lihat saja di sudut-sudut taman, dipinggir jalan atau mungkin di suatu kantor pasti sering kita lihat tulisan GAJAHLAH KEBERSIHAN.  Terus apa hubungannya dengan Prita ?

Harapan yang terkandung dibalik tulisan gajahlah kebersihan so pasti agar kita bersedia membuang sesuatu pada tempatnya, semisal itu sampah ya seharusnya pada tempat sampah yang telah disediakan. Kalau nggak ya bakalan timbul masalah atau barangkali bisa berlanjut menjadi komplikasi.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, beberapa waktu yang lalu seorang netter mempunyai keluhan tentang pelayanan sebuah instansi kesehatan dan menuliskan dalam sebuah email. Tanpa disangka ternyata keluhan ini oleh pihak RS dipermasalahkan dan berujung pada pengadilan. Oleh pengadilan keluhan ini dianggap tidak pada tempatnya, dianggap melanggar hukum baik pidana maupun perdata. Pengadilan negeri memutuskan sang netter, Prita didenda 312 juta yang selanjutnya oleh pengadilan tinggi didiskon menjadi “hanya” 204 juta.

(lebih…)

komuniti

Sekawanan semut diantara rerumputan tengah dirundung gelisah. Daun terakhir dimusim gugur telah jatuh dan itu berarti bilangan waktu sudah habis. Masa untuk mengumpulkan makanan sudah berakhir dan saatnya mempersembahkan pada sang penguasa, segerombolan belalang dibawah kepemimpinan Hooper. Nasib kelam seperti itulah yang terjadi dari waktu ke waktu. Hidup tertindas dan hilangnya sebuah kemerdekaan.
Hasrat untuk melawan barangkali sempat mengendap dibenak mereka tapi apalah daya, belalang bukanlah lawan yang sepadan bagi tubuh mereka yang jauh lebih kecil………hingga suatu waktu terlahirlah  pahlawan, terlahirlah semut yang berani memberontak, melawan takdir kehidupan. Keberaniannya ternyata menjangkiti semua penghuni koloni untuk melawan sebuah hegemoni.
Demikianlah jalinan cerita dalam The Bug’s Life yang dipentaskan dengan apik oleh Pixar. Sebuah film anak-anak yang hikmahnya tersembul keluar hingga lintas usia.

(lebih…)

Sadap menyadap

Posted: November 5, 2009 in xpresi
Tag:

Apa sih sadap atau penyadapan itu ?

Penyadapan itu berarti melakukan intersep terhadap suatu sistim yang sedang berjalan. Motifnya bisa hanya sekedar “mengamati” atau lebih dari itu yakni melakukan sampling. Ditilik dari status hukumnya aktifitas penyadapan ini bisa legal bisa juga ilegal. Sedang dipandang dari sudut sosial, penyadapan tersebut dapat dikategorikan etis dan tidak.

Dikalangan petani, penyadapan berarti melakukan sudetan terhadap pohon karet untuk diambil getahnya ataupun pohon enau guna diambil lira sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Sementara dunia kriminal mengenal penyadapan dalam terapan aksinya sebagai bajing loncat. Mereka menaiki truk yang sedang berjalan dan menjarah sebagian isinya. Aksi penyadapan pernah juga menimpa pada Pertamina beberapa tahun yang lalu. Di Cilacap, beberapa orang pernah menyadap pipa minyak dan mengalirkan ke tanki penampungan pribadinya.

Dunia militer adalah dunia yang paling familier dengan kegiatan sadap menyadap ini dan bisa jadi dari merekalah ide jail ini lahir. Lewat aksi penyadapan mereka berharap dapat mengetahui apa yang tengah lawan bicarakan, apa yang sedang direncanakan agar mereka dapat lebih siap dalam meng counter ataupun agar lebih sukses dalam aksi serangan yang dilakukan. Mereka ingin mengetahui kondisi terakhir lawan sedini mungkin.

Mereka bahkan sudah menyiapkan skenario apabila pihak lawan akan melakukan penyadapan. Biasanya dalam komunikasi radio dilapangan mereka menggunakan beberapa kanal frequensi sekaligus yang dipergunakan bergantian secara acak atau yang dikenal dengan istilah hooping.

Dengan sedikit kemiripan, dunia amatir radio atau yang dikenal dengan breaker, biasanya mempergunakan mode duplex yakni frequensi pancaran dan penerimaan dibuat berbeda 6 KHz agar pembicaraan mereka tak mudah dikuping oleh orang lain. Maklum saja frequensi yang mereka pakai adalah frequensi publik.

Dalam dunia internet khususnya dunia email, aksi penyadapan juga memungkinkan untuk terjadi. Apakah selama ini anda menyangka bahwa email yang anda kirimkan akan selamat sampai di tempat tujuan ? Aha, buang jauh jauh pikiran itu.

Proses pengirimaan email tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Mengunjungi server email, menulis kata demi kata dan selanjutnya nge send. Itu baru tahapan awal karena dalam proses sending beberapa komputer lain yang bertindak sebagai router ikut dilibatkan, ikut membantu proses pengiriman email kita. Sangat mudah bagi komputer diatas yang jahat untuk sekedar membaca atau kalau mau lebih jahat lagi mengganti isi email kita. Nah, bagaimana seandainya rekan ataupun bos menerima email yang berisi penuh kata makian dari kita ? Itulah yang dinamakan spoofing.

Belakangan ini berita tentang penyadapan tengah mencapai puncaknya. Ini berkaitan dengan penyadapan pembicaraan seorang pengusaha yang diduga melibatkan beberapa petinggi institusi negeri ini, baik dari kepolisian maupun kejaksaan. Meskipun jalur komunikasi seluler dewasa ini dianggap lebih aman karena telah menyertakan sebuah “kode” untuk registrasi di network dibanding generasi pendahulunya yang analog namun tetap saja ada cara untuk membuatnya bisa disadap karena metodenya tetap sama yakni suara kita diberangkatkan ketujuan dengan menumpang sinyal frequensi yang “menyebar” kemana-mana. Yang terakhir ini tentu saja bukan karena ulah mbah Surip tapi karena area GSM adalah ruang publik.

Dunia memang terasa kian sempit. Lahan yang diperuntukkan bagi ruang privat rasanya kian susut.

WASPADALAH WASPADALAH WASPADALAH.

Aku……..

Posted: Oktober 23, 2009 in xpresi

broken days

broken days

Aku,

Bukanlah simbol kehidupan.

Bukan pula barang pajangan,

Kutak pernah sesali diri

Meski diitakdirkan jadi makhluq pingitan,

Yang slalu terdiam,

Terkurung dalam lubang kegelapan.

Aku,

Takkan salahkan nasib ini,

Walau desah nafas habis tuk menghitung hari.

Menanti datangnya lambaian perpisahan ,

Ditangan kerling pria pemuja kenikmatan.

Atas nama cinta,

Kubisa mati muda.

Atas nama Dia diatas sana,

Kudapat berkedip lebih lama.

Dan demi sebuah cita,

Juga rasa kecewa yang menggurita

Kubisa senisan dengan sang bunda.

Aku,

Saat menunggu denting lonceng kematianku,

Srasa ingin berganti warna, ingin berganti baju,

Hijau, ungu ataupun biru,

Mungkin juga batik seperti warisan negeriku.

Dan tak lagi hanya merah,

Yang hanya membuat pria berjakun berteriak puas,

Pertamaaaaax…………….

Aku,

Harus bergulat dalam derita, meregang nyawa.

Diantara swara tangis dan senyum bahagia.

Diantara butir keringat dan hening malam berbunga.

Yang untuknya aku ada dan tercipta.


*********


P E R I N G A T A N  !!!

SEBELUM MENINGGALKAN POSTING INI

HARAP DIPERIKSA BARANG ANDA

JANGAN SAMPAI HILANG ATAU KETINGGALAN

Abu Jadul

Posted: Oktober 15, 2009 in xpresi
Abu Jadul

Abu Jadul

Perkenalkan nama saya Abu jadul.

Saya seorang pria yang suka mengembara, menikmati hidup ini apa adanya.

Saya barusan bangun kemarin seusai tertidur pulas hampir 40 tahun lamanya.

Saya kaget bukan kepalang melihat kehidupan yang sedang berjalan mengalami banyak perubahan. Di banyak tempat saya lihat tak sedikit orang yang seolah hendak gantung diri tapi setengah hati. Mereka hanya melilitkan seutas kabel kecil  dan bukan sepotong tambang, mereka pakai dikepala dan bukannya dijeratkan dilehernya.

Dijaman saya orang yang gantung diri juga banyak tapi seringnya ditanah lapang, dimedia. Mereka menggantung harapan orang lain saat berkampanye, mereka menggantung sgala janji menjadi tak mudah terealisasi. Mereka sadar bahwa mereka tak mau dan bisa jadi tak mampu memenuhi janji itu karena mereka hanyalah tak lebih dari sekumpulan tukang tipu. Mereka setengah hati karena ibarat buah simalakama, tak ucapkan janji alamat tak ada yang akan memilih, kalau berjanji itu serasa mustahil untuk dipenuhi.

Saya melihat banyak orang yang bicara sendiri, tak jelas kepada siapa. Kadang disertai senyum dan tak jarang diselingi tawa canda. Sebagian diantara mereka menjepret sekeping plastik didaun telinga. Yang tergolong elit alias ekonomi sulit, harus puas dengan menyisipkan segenggam benda dibalik helmnya.

Dimasa saya, orang yang bicara sendiri tidak dijalanan, bukan juga dimall yang gemerlapan. Mereka bicara sendiri di gedung dewan. Sekawanan orang didalamnya suka bicara sendiri dan cenderung berbisik, tak pedulikan jutaan orang yang pernah menitipkan suara kepadanya. Tak sedikit undang-undang yang disahkan tanpa pernah kita tahu kapan dibicarakan, kapan diperdebatkan. Kita tak pernah ditanya dan sangat mungkin memang tak dibutuhkannya.

Di sebuah taman saya melihat banyak orang yang sedang lesehan, menatap sebuah kotak dengan sebingkai layar diatasnya. Mereka kadang nampak sibuk mencolokkan sebuah benda sebesar ibu jari dalam sebuah lubang dibaliknya.

Dijaman saya tak sedikit orang yang berlabel abdi negara yang gemar mencolokkan kedalam sebuah lubang sebuah benda, bukan saja sebesar ibu jari tapi memang ibu jari bahkan anak jari mereka sendiri kedalam lubang telinga. Mereka tengah mengorek kotoran yang ada agar mampu mendengar lebih jernih, mampu menampung luapan asa dari kita yang tinggal dibawah.

Terlalu lama mereka tinggal didalam sangkar Farraday hingga suara kita tak mudah sampai, terlalu lama mereka bergaya sebagai raja hingga kita harus siapkan upeti sebagai umpannya. Kita disuruh datang mengikuti alur birokrasi yang sengaja dibuat berbelit seperti ular agar segala urusan bisa diurus oleh sang makelar. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah ? begitu sebuah ungkapan yang sangat populer.

Saya lihat sekarang jalanan banyak kemacetan. Banyak kendaraan dengan mesin menyala yang tak dapat kemana-mana, maju susah mundurpun tak bisa.

Dulu jalanan nampak sepi, mobil satu dua dan hanya sepeda angin yang melintasi, bahkan tak jarang lewatlah gemulainya roda pedati. Yang namanya kemacetan cuma ada didunia ekonomi. Banyak orang bergelar sarjana tapi tak dapat kerja, banyak yang pergi ke ibukota tapi hunian tepian sungai yang didapatnya.

Pepatah sakti, habis gelap terbitlah terang tak ubahnya sebuah parodi. Masa terang itu mungkin tak pernah ada karena yang tersisa hanyalah kegelapan abadi. Dana yang semestinya untuk membuat hidup ini lebih sejahtera telah terkuras kekantong pribadi, amblas tuntas habis dikorupsi.

Sayup sayup kudengar sebuah lagu…………..

Habis bangun tidur lagi,

Kalau ingin umur panjang perbanyaklah minum kopi.

Ah, ada ada saja.

Aku memang ingin tidur dan bangun 40 tahun lagi.