Klenik Klenak Klenuk

Posted: Oktober 28, 2010 in Negeriku.......
Tag:, , ,

we-em

Tiga musibah yang melanda negeri ini terjadi dalam waktu yang hampir berdekatan. Dimulai dari Wasior berlanjut ke Mentawai dan yang paling buncit tentu saja Merapi. Ada fakta yang cukup unik dari ketiga musibah diatas yakni dari sisi label mengandung kesamaan, semuanya dari satu garis yang patah menjadi 4 bagian, huruf W dan M. Bahkan salah satu tokoh terkenal yang turut menjadi korban, huruf depan namanya juga M. Hari kejadian peristiwa juga sama, huruf S, hari Senin dan Selasa. Para penggede yang “turut” terlibat dalam menangani musibah ini khususnya Merapi banyak yang berkaitan dengan huruf S juga. Ada raja Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono, bupati Sleman Sri Poernomo trus kepala BPPTK  Subandriyo.

Bila diteropong dari dunia Avatar yang mempartisi kekuatan menjadi 4 elemen maka ketiga bencana diatas setidaknya telah mewakili 3 elemen. Elemen tanah terjadi di Wasior dengan banjir lumpur, elemen air ada di Mentawai dengan terjadinya Tsunami dan elemen api yang unjuk gigi di Merapi. Dari paparan diatas ada satu elemen yang belum pamer kekuatan yaitu elemen udara dan kalau dikompilasikan dengan label musibah, yaps sepertinya sekuel berikutnya bakalan berlabel W.

Baca entri selengkapnya »

Talking 2 myself

Posted: Oktober 26, 2010 in xpresi

Kembali ke rumah maya ini setelah sekian bulan menghilang, rasanya bak tentara yang pulang dari perang dan kembali ke kampung halaman.
Entah mengapa hati dan kepala ini bisa berada di barisan yang berbeda, untuk sekedar menulis beberapa patah kata., padahal kini aku berada di habitat yang sebenarnya memungkinkan blog ini lebih berkembang biak.
Sebuah notebook plus koneksinya yg hampir tanpa batas sudah tersedia.
Urusan tulis menulis seharusnya bisa lancar mengalir tak seperti jalan raya Porong yang kerap alami kemacetan.

Barangkali kepala ini sudah penuh dan perlu beberapa gigabyte flashmemory untuk memindah data atau bisa jadi ada crash dan perlu untuk di restart………hmm, tapi tombolnya sebelah mana ya ?

Hari Ibu

Posted: Desember 22, 2009 in xpresi
Tag:
menatap kesibukan yang tak pernah usai

ibu

Barangkali sedikit orang yang ingat bahwa hari ini adalah peringatan hari ibu yang ke 81 dan aku yakin lebih sedikit lagi orang yang mau menyisihkan secuil waktu untuk merayakannya. Untuk poin yang terakhir mungkin aku salah satu yang termasuk didalamnya karena memang sudah tak beribu lagi. Yah beliau telah berpulang beberapa tahun yang silam.

Beberapa hari yang lalu sebuah harian yang terbit di Surabaya merelease sebuah berita bahwa telah lebih dari seribu TKI yang tewas yang kebanyakan terjadi dinegeri tetangga, Malaysia. Ini tentu potret buram bagi dunia ketenaga-kerjaan kita dan berita yang sangat
menyedihkan dalam momentum peringatan hari ibu karena banyak dari mereka yang tewas diatas adalah wanita, calon maupun yang sudah menjadi ibu.

Menguliti peran seorang ibu dalam tatanan kehidupan sosial maupun dalam skup yang lebih kecil dalam sebuah keluarga, sungguh tak terbayangkan betapa vitalnya. Pantas Rosullalloh menegaskan dan mengulang sampai tiga kali saat seseorang menanyakan siapa yang lebih pantas dihormati. Kata ibu jugalah yang dicantumkan sebagai istilah dalam kota pusat pemerintahan, Ibukota. Juga dalam kata pengganti tanah air dengan menyebutnya sebagai Ibu Pertiwi.

Baca entri selengkapnya »

Gajah diantara Prita

Posted: Desember 12, 2009 in xpresi

buanglah sesuatu pada tempatnya ?

Binatang apa yang belakangan ini paling sering dibicarakan ?

Jawabnya tentu saja gajah. Lho koq ?

Yah, lihat saja di sudut-sudut taman, dipinggir jalan atau mungkin di suatu kantor pasti sering kita lihat tulisan GAJAHLAH KEBERSIHAN.  Terus apa hubungannya dengan Prita ?

Harapan yang terkandung dibalik tulisan gajahlah kebersihan so pasti agar kita bersedia membuang sesuatu pada tempatnya, semisal itu sampah ya seharusnya pada tempat sampah yang telah disediakan. Kalau nggak ya bakalan timbul masalah atau barangkali bisa berlanjut menjadi komplikasi.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, beberapa waktu yang lalu seorang netter mempunyai keluhan tentang pelayanan sebuah instansi kesehatan dan menuliskan dalam sebuah email. Tanpa disangka ternyata keluhan ini oleh pihak RS dipermasalahkan dan berujung pada pengadilan. Oleh pengadilan keluhan ini dianggap tidak pada tempatnya, dianggap melanggar hukum baik pidana maupun perdata. Pengadilan negeri memutuskan sang netter, Prita didenda 312 juta yang selanjutnya oleh pengadilan tinggi didiskon menjadi “hanya” 204 juta.

Baca entri selengkapnya »

komuniti

Sekawanan semut diantara rerumputan tengah dirundung gelisah. Daun terakhir dimusim gugur telah jatuh dan itu berarti bilangan waktu sudah habis. Masa untuk mengumpulkan makanan sudah berakhir dan saatnya mempersembahkan pada sang penguasa, segerombolan belalang dibawah kepemimpinan Hooper. Nasib kelam seperti itulah yang terjadi dari waktu ke waktu. Hidup tertindas dan hilangnya sebuah kemerdekaan.
Hasrat untuk melawan barangkali sempat mengendap dibenak mereka tapi apalah daya, belalang bukanlah lawan yang sepadan bagi tubuh mereka yang jauh lebih kecil………hingga suatu waktu terlahirlah  pahlawan, terlahirlah semut yang berani memberontak, melawan takdir kehidupan. Keberaniannya ternyata menjangkiti semua penghuni koloni untuk melawan sebuah hegemoni.
Demikianlah jalinan cerita dalam The Bug’s Life yang dipentaskan dengan apik oleh Pixar. Sebuah film anak-anak yang hikmahnya tersembul keluar hingga lintas usia.

Baca entri selengkapnya »

Perangkat komputer hanyalah seonggok benda mati dan operating sistimlah yang mampu membuatnya seolah hidup. Cukup banyak operating sistim yang telah dicipta namun rasanya hanya 3 yang memiliki pengguna terbanyak dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kita mengenal Windows yang begitu populer sekaligus familier dan mungkin juga paling user friendly karena bisa jadi kita yang paling dulu mengenalnya. Kita juga mengenal Mac yang tampilan grafisnya begitu memukau dan yang terakhir adalah Linux sang penantang yang terlahir dari dunia open source.

Adakah operating sistim yang menawarkan keindahan grafis yang wow, yang begitu user friendly dan yang terpenting “free” ? Mungkin anda akan geleng-geleng kepala karena sejauh ini memang sepertinya belum ada operating sistim yang merupakan perkawinan antara ketiganya. Tapi saya melihat hal itu bukanlah impian. Cobalah kunjungi situs awu-awu berikut ini,

http://galaxi bima sakti/tata surya/planet bumi/asia/indonesia/download.html

Anda akan mendapatkan semua yang mungkin kita impikan.

Yups, siapa sih yang tak mengenal eloknya sebuah negeri yang terletak diantara 2 samudra dan 2 benua ini ? Bak mozaik yang jatuh dari surga, negeri ini diterangi dengan gemerlap cahaya. Manik-manik keindahan terlukis jelas dalam setiap sisi peradaban, dalam relung alam yang membentang. Bali yang begitu eksotis, batik dengan segala motifnya, kilau emas dihamparan bumi Papua, komodo yang mengundang misteri, keragaman bahasa hingga reog yang penuh magis, semua menawarkan pesona yang banyak negeri lain serasa kurang beruntung tak bisa memilikinya.
Aura keindahan itu bahkan menjalar kedalam drama perseteruan antara 2 lembaga negara beberapa waktu yang lalu. Lakon yang sempat digelar dengan label Cicak lawan Buaya itu bisa dipentaskan dengan penuh kesan, penuh tanya dan bisa menghibur kita untuk beberapa pekan lamanya.

User friendly ?

Ah, terlalu banyak fitur itu yang kita punya, Seja dulu kita memang terkenal sebagai bangsa yang lekat dengan keramahan, yang selalu terlukis dalam senyuman. Sebuah buku yang mengupas tentang history seorang pembesar negeripun diberi judul The Smilling General meski bagi sebagian anak negeri senyuman itu terasa satir dan pahit untuk ditelan.

Kita memang bangsa yang user friendly full. Lihat saja para pahlawan devisa yang mencoba berkelit dari bunyi sebuah pepatah hujan emas dinegeri orang masih enak hujan batu dinegeri sendiri. Mereka kadang harus pulang dalam derita, upah yang tertunda, wajah lebam sampai hanya tinggal jasad semata.

Semua membisu, terdiam dalam kesibukkan, menganggap itu hal yang biasa, terserah apa kata usernya saja…..what do you want to do, we will do it. Sebagai sebuah bangsa kadang dan barangkali kita cenderung lemah dihadapan bangsa lain. Ada sebuah potret yang membuat hati ini terluka, ketika presiden menanda tangani sebuah nota sementara bos IMF berkacak pinggang disampingnya.

About free and open source ?

Tak sedikit cerita tentang free dan open source ini. Yang lagi hangat tentu saja cerita tentang ribuan nasabah sebuah bank swasta yang nasib uangnya tak jelas juntrungnya. Aneh bin ajaib mirip adegan sebuah acara sulap, sebuah bank yang selama ini diyakini sebagai tempat teraman untuk menyimpan uang ternyata bertingkah bak aplikasi open source. Kode-kode untuk membobol uang nasabah terbuka untuk banyak orang dan berstatus free untuk dibelokkan arahnya.

Bukan salah bunda mengandung bila sebagaimana halnya Windows yang kadang manyampaikan pesan adanya file yang korup, kehidupan kita dalam bernegarapun mengalami cerita yang sama. Apa yang salah ?

Berulang kali kita melakukan repair dan mungkin juga reinstall, 20 Mei 1908 dengan tajuk kebangkitan bangsa, 28 Oktober 1928 dengan mengusung tema Sumpah Pemuda hingga yang paling heboh 17 agustus 1945 dengan acara memformat ulang kehidupan berbangsa, meremove segala sesuatu yang berbau Belanda, tapi pesan file yang korup tak kunjung musnah. Operating sistem kita tak kunjung berjalan sesempurna harapan yang ada.

21 Mei 1998, sebuah revolusi kecil kita lakukan, yang barangkali sudah geram dengan segala apa yang terjadi, sudah putus asa dengan guratan nasib yang sedang kita jalani. Awalnya seolah  kita sedang membuat restore point baru tapi nampaknya hingga satu dasawarsa terlewatkan, alunan kisah tentang badai pasti berlalu, masih terlalu pagi untuk dibicarakan.

Komputer memang hanya sekumpulan benda mati dan perlu operating sistem untuk menghidupkannya. Perlukah setiap perangkat dilengkapi sistim tersendiri agar bisa menjalankan kehidupannya, agar nasibnya tak tergantung kepada sebuah operating sistem ?

Tanyalah pada lubuk hati diri sendiri. Negara kadang kurang peduli lagi. Menggantungkan nasib mungkin mirip dengan sebuah pertaruhan………….

Sadap menyadap

Posted: November 5, 2009 in xpresi
Tag:

Apa sih sadap atau penyadapan itu ?

Penyadapan itu berarti melakukan intersep terhadap suatu sistim yang sedang berjalan. Motifnya bisa hanya sekedar “mengamati” atau lebih dari itu yakni melakukan sampling. Ditilik dari status hukumnya aktifitas penyadapan ini bisa legal bisa juga ilegal. Sedang dipandang dari sudut sosial, penyadapan tersebut dapat dikategorikan etis dan tidak.

Dikalangan petani, penyadapan berarti melakukan sudetan terhadap pohon karet untuk diambil getahnya ataupun pohon enau guna diambil lira sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Sementara dunia kriminal mengenal penyadapan dalam terapan aksinya sebagai bajing loncat. Mereka menaiki truk yang sedang berjalan dan menjarah sebagian isinya. Aksi penyadapan pernah juga menimpa pada Pertamina beberapa tahun yang lalu. Di Cilacap, beberapa orang pernah menyadap pipa minyak dan mengalirkan ke tanki penampungan pribadinya.

Dunia militer adalah dunia yang paling familier dengan kegiatan sadap menyadap ini dan bisa jadi dari merekalah ide jail ini lahir. Lewat aksi penyadapan mereka berharap dapat mengetahui apa yang tengah lawan bicarakan, apa yang sedang direncanakan agar mereka dapat lebih siap dalam meng counter ataupun agar lebih sukses dalam aksi serangan yang dilakukan. Mereka ingin mengetahui kondisi terakhir lawan sedini mungkin.

Mereka bahkan sudah menyiapkan skenario apabila pihak lawan akan melakukan penyadapan. Biasanya dalam komunikasi radio dilapangan mereka menggunakan beberapa kanal frequensi sekaligus yang dipergunakan bergantian secara acak atau yang dikenal dengan istilah hooping.

Dengan sedikit kemiripan, dunia amatir radio atau yang dikenal dengan breaker, biasanya mempergunakan mode duplex yakni frequensi pancaran dan penerimaan dibuat berbeda 6 KHz agar pembicaraan mereka tak mudah dikuping oleh orang lain. Maklum saja frequensi yang mereka pakai adalah frequensi publik.

Dalam dunia internet khususnya dunia email, aksi penyadapan juga memungkinkan untuk terjadi. Apakah selama ini anda menyangka bahwa email yang anda kirimkan akan selamat sampai di tempat tujuan ? Aha, buang jauh jauh pikiran itu.

Proses pengirimaan email tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Mengunjungi server email, menulis kata demi kata dan selanjutnya nge send. Itu baru tahapan awal karena dalam proses sending beberapa komputer lain yang bertindak sebagai router ikut dilibatkan, ikut membantu proses pengiriman email kita. Sangat mudah bagi komputer diatas yang jahat untuk sekedar membaca atau kalau mau lebih jahat lagi mengganti isi email kita. Nah, bagaimana seandainya rekan ataupun bos menerima email yang berisi penuh kata makian dari kita ? Itulah yang dinamakan spoofing.

Belakangan ini berita tentang penyadapan tengah mencapai puncaknya. Ini berkaitan dengan penyadapan pembicaraan seorang pengusaha yang diduga melibatkan beberapa petinggi institusi negeri ini, baik dari kepolisian maupun kejaksaan. Meskipun jalur komunikasi seluler dewasa ini dianggap lebih aman karena telah menyertakan sebuah “kode” untuk registrasi di network dibanding generasi pendahulunya yang analog namun tetap saja ada cara untuk membuatnya bisa disadap karena metodenya tetap sama yakni suara kita diberangkatkan ketujuan dengan menumpang sinyal frequensi yang “menyebar” kemana-mana. Yang terakhir ini tentu saja bukan karena ulah mbah Surip tapi karena area GSM adalah ruang publik.

Dunia memang terasa kian sempit. Lahan yang diperuntukkan bagi ruang privat rasanya kian susut.

WASPADALAH WASPADALAH WASPADALAH.